Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Lagi, Limbah Medis Ditemukan Di Ciliwung

PENEMUAN limbah medis di aliran Sungai Ciliwung, Kamis 4 Juli 2019.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PENEMUAN limbah medis di aliran Sungai Ciliwung, Kamis 4 Juli 2019.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).-  Limbah medis kembali ditemukan di aliran Sungai Ciliwung. Limbah berupa belasan kantung kateter beserta selangnya ditemukan oleh Lurah Babakan Pasar Rina Da Frina, di kawasan RT 2/RW 10, Kebon Jukut, Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Timur, Kamis 4 Juli 2019.

Rina Da Frina mengungkapkan, temuan limbah medis tersebut berawal dari kegiatan bersih sungai yang dilakukan tim kebersihan Kelurahan Babakan Pasar. Rina melihat ada kateter yang hanyut dari bagian hulu dan tersangkut di antara bebatuan.

“Pertama kita lihat ada satu kateter yang hanyut, kemudian ada lagi yang nyangkut. Rupanya setelah dikumpulkan banyak juga, barang bukti itu langsung kami amankan, dan kami laporkan kepada Pak Wali, ” ujar Rina kepada “PR”, Jumat 5 Juli 2019.

Rina mengatakan, temuan limbah tersebut serupa dengan temuan limbah medis yang ditemukan Kwartir Cabang Pramuka Kota Bogor belum lama ini. Rina menduga  sampah medis tersebut dibuang dari kawasan hulu seputar Baranangsiang, atau Tajur, dan Puncak.

“Setelah dilaporkan ke Pak Wali, Dinas Lingkungan Hidup langsung turun. Saya sengaja memviralkan di media sosial, supaya segera ditangani, dan jadi pembelajaran bagi masyarakat supaya tidak sembarangan buang sampah apalagi sampah medis,” ucap Rina.

Atas temuan tersebut, Rina berharap sumber dari limbah medis tersebut dapat segera terungkap. Dengan kejadian pembuangan yang berulang, Rina menduga ada manajemen pembuangan limbah yang tidak beres.

“Kalau dari klinik tidak mungkin sebanyak itu,  entah itu panti jompo atau apa, kalau Kota Bogor mungkin sudah aware, bisa jadi alirannya dari Puncak. Mudah-mudahan sumbernya bisa segera terungkap,” ucap Rina.

Dinas langsung menyelusuri

Jumat 5 Juli 2019, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor langsung melakukan penelusuran sumber limbah medis tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Elia Buntang belum dapat memastikan dari mana limbah tersebut berasal. Namun demikian, Elia memastikan limbah tersebut bukan berasal dari rumah sakit.

“Dugaan sementara kami ada pasien yang dirawat di rumah dan mempergunakan barang-barang itu. Ini berdasarkan hasil kunjungan ke lapangan.  Ada informasi, seorang pasien  pakai alat kateter itu, ,” ucap Elia.

Menurut Elia,  pasien rumahan tersebut diduga warga Kota Bogor. Saat ini Dinas Kesehatan Kota Bogor juga sedang turun ke lapangan untuk menyelidiki  informasi sementara di lapangan.

“Mungkin karena ketidaktahuan masyarakat mau buang di mana, atau prosedur pengolahannya seperti apa, kami akan segera telusuri sumbernya,” kata Elia.

Kepastian sumber  limbah sendiri, menurut Elia tidak dapat dilakukan secara cepat. Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor perlu melakukan uji baku mutu air Sungai Ciliwung untuk membuktikan titik sumber pencemaran limbah medis.

“Itu butuh proses lama untuk baku mutu, tetapi kami yakin itu bukan dari rumah sakit atau klinik. Mereka sudah ada pihak ketiga, rugi dong kalau mereka buang sendiri ke sungai,” ucap Elia.

Sementara itu, salah satu relawan Komunitas Peduli Ciliwung Suparno Jumar berharap Pemerintah Kota Bogor benar-benar serius menyikapi temuan limbah medis tersebut. Menurut Suparno, temuan tersebut sudah terjadi berulang kali dan berada di lokasi yang berbeda-beda.

“Harus benar-benar dipastikan mana sumbernya, jangan sampai terus-terusan kecolongan. Sampah medis adalah sampah yang berbahaya dan dapat mengancam biota sungai maupun masyarakat sekitarnya,” kata Suparno.***

 

Bagikan: