Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Berawan, 22.2 ° C

Cegah Kekeringan, Pengairan Tetes Diterapkan di Hulu DAS Citarum

Kodar Solihat
KEPALA Bidang Produksi Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Uung Gumilar secara simbolis menyerahkan sejumlah bibit tanaman kepada Komandan Sektor 1 Citarum Harum Cisanti Kolonel Infantri Choirul A, di Afdeli Cikembang, PTPN VIII Kebun Talun-Santosa, Kecamatan Kertasari, Kamis, 4 Juli 2019.*/KODAR SOLIHAT/PR
KEPALA Bidang Produksi Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Uung Gumilar secara simbolis menyerahkan sejumlah bibit tanaman kepada Komandan Sektor 1 Citarum Harum Cisanti Kolonel Infantri Choirul A, di Afdeli Cikembang, PTPN VIII Kebun Talun-Santosa, Kecamatan Kertasari, Kamis, 4 Juli 2019.*/KODAR SOLIHAT/PR

BANDUNG, (PR).- Meski musim kemarau tahun ini mendekati puncak, upaya pemulihan kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) Citarum tetap dilanjutkan. Sistem pengairan secara tetes terhadap berbagai tanaman menjadi andalan, sebagai upaya kontinuitas pengairan untuk menjaga berbagai tanaman agar tak mati kekeringan.

Gambaran teknis tersebut tampak disosialisasikan pada Bimbingan Teknis Perbaikan Konservasi Lahan Kritis Melalui Teknologi Tumpangsari di Kawasan Hulu DAS Citarum, pada areal Afdeling Cikembang PTPN VIII Kebun Talun-Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis, 4 Juli 2019. 

Inisiatif pengairan secara tetes dilakukan kepada ribuan tanaman yang sudah dibudidayakan di hulu DAS Citarum, kepada masyarakat petani yang diarahkan kepada pola agroforestry kombinasi tanaman perkebunan, buah-buahan, serta pakan ternak. 

Pola agroforestry yang dilakukan pada sejumlah kawasan hulu DAS Citarum merupakan kolaborasi Satuan Tugas Citarum Harum, Kodam III/Siliwangi, dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat. Cara itu diyakini akan membuahkan hasil, karena pengusahaannya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus fungsi kelestarian lingkungan di kawasan hulu DAS Citarum. 

Agroforestry yang dioptimalkan di hulu DAS Citarum adalah kombinasi pembudidayaan tanaman kopi , indigofera, buah-buahan alpukat, jambu kristal, dan lain-lain. Ada pun tanaman yang kini sudah menghasilkan adalah panen kopi, pemanfaatan indigofera untuk pakan ternak ruminansia, ditambah sudah dibudidayakannya bibit-bibit tanaman buah alpukat, jambu kristal, jeruk, dan lain-lain.

Dalam kegiatan itu, dilakukan pula penyuluhan secara teknis kepada masyarakat setempat terkait pentingnya pelestarian hulu DAS Citarum, karena berperan vital bagi masyarakat secara luas terutama sebagai sumber pasokan air. Pihak-pihak yang melakukan penyuluhan adalah Kepala Bidang Produksi Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat Uung Gumilar, Komandan Sektor 1 Citarum Harum Cisanti Kolonel Infantri Choirul A, pelaksana kegiatan Citarum Harum Dr Achmad Sjarmidi dari Sekolah Ilmi dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, serta Rachmat Harryanto dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Produksi Tanaman Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Uung Gumilar menyampaikan secara simbolis bibit-bibit tanaman alpukat dan jambu kristal kepada Komandan Sektor 1 Citarum Harum Cisanti Kolonel Infantri Choirul A. Setelah itu, dilakukan aplikasi pengairan secara tetes untuk tanaman, dengan menggunakan sejumlah botol plastik yang tutupnya dilubangi kecul dan diisi air, atas ide Choirul A yang mengatakan setiap hari harus ada 8.000-10.000 tanaman yang wajib diairi.  

Menurut Kepala Bidang Produksi Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Uung Gumilar, sebenarnya penyerahan bantuan bibit-bibit tanaman alpukat dan jambu kristal tersebut hanya bersifat simbolis. Soalnya, penanaman sudah dilakukan sejak musim hujan awal tahun 2019 lalu, dimana sberbagai tanamannya sudah hidup.

Menurut Uung Gumilar, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat sudah menyerahkan 1.000 bibit tanaman alpukat, 3.000 bibit jambu, 3.000 bibit  jeruk, pestisida 30 botol, power sprayer 1 unit, pupuk NPK 33.000 kg, dan pupuk kandang 45.000 kg.***

Bagikan: