Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya berawan, 27.3 ° C

Pemkab Cirebon Kesulitan Atur Sampah

Agung Nugroho
ILUSTRASI tempat pembungan sampah.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI tempat pembungan sampah.*/DOK. KABAR BANTEN

SUMBER, (PR).- Tidak memiliki Tempat Penampungan Akhir (TPA), Pemerintah Kabupaten Cirebon kesulitan mengatur dan mengelola sampah di daerahnya. Tumpukan sampah banyak terlihat di pasar tradisional dan di tempat penampungan ang kapasitasnya sangat terbatas.

“Idealnya kita punya sedikitnya tiga lokasi TPA dengan kapasitas besar. Sekarang yang masih difungsikan hanya satu, itupun terbatas kapasitasnya. Kita kesulitan mengatur karena tempat penampungannya sangat terbatas,” tutur Kepala Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Pertamanan (DPKPP) Kabupaten Cirebon, Sukma Nugraha, Kamis, 4 Juli 2019.

Setahun terakhir ini, pihaknya kerepotan dalam mengatur sampah, terutama untuk menampung sampah di wilayah Cirebon timur. Sejak TPA Ciledug ditutup di tahun 2018 lalu, sampai sekarang belum ada TPA khusus milik Pemkab.

Selama ini, TPA yang dioperasionalkan hanya yang di Gunung Sintur di Palimanan. Namun kapasitasnya sangat terbatas dan lebih diprioritaskan untuk menampung sampah di sejumlah kecamatan di wilayah Cirebon barat. “Repot kalau harus menampung sampah dari wilayah timur. Jaraknya terlalu jauh, operasionalnya relatif mahal. Selain itu kapasitas juga terbatas,” tuturnya.

Sejak TPA Ciledug ditutup, pengaturan sampah di wilayah timur semua serba darurat. Makanya tidak mengherankan kalau di wilayah timur, banyak terdapat tempat penampungan sampah darurat dengan kapasitas sangat terbatas.

TPA ujung timur

Untuk mengatasi masalah sampah di wilayah timur, Pemkab Cirebon tahun 2019 ini mengalokasikan anggaran Rp 6 miliar untuk penyediaan TPA. Sudah ada tanah seluas 5,5 hektare yang rencananya dijadikan TPA di Desa Cigobang, Kecamatan Pesaleman.

TPA Cigobang terletak jauh dari pemukiman penduduk dan di wilayah ujung timur Cirebon yang berbatasan dengan wilayah Brebes, Jawa Tengah.  Lokasi tersebut sudah ditetapkan dan ditandatangani oleh bupati untuk segera dibangun.

“Targetnya tahun ini sudah terealisasi pembangunannya. Kita sudah koordinasi dengan dinas-dinas terkait. TPA Cigobang sebagai pengganti TPA Ciledug, akan menjadi penampungan sampah dari wilayah timur,” tutur Sukma.

TPA di ujung timur itu merupakan tahap awal. Ke depan, setelah selesai dan digungsikan, akan dicari lahan untuk pembangunan TPA milik Pemkab lainnya di wilayah tengah dan barat.

“Kalau wilayah timur, tengah dan barat sudah ada TPA milik pemkab, pengaturan sampah bisa lebih maksimal. Bahkan ke depan, di TPA juga ada program pengelolaan sampah untuk dicari manfaat lain seperti pembuatan kompos dan lain-lain,” ujar Sukma.***

 

Bagikan: