Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 25.9 ° C

Kopi Ciamis Rasanya Mantul

Nurhandoko
SEJUMLAH penikmat kopi ikut mencoba minum kopsi yang disediakan oleh beberapa kedai dan komunitas kopi Ciamis pada kegiatan Festival Kopi Ciamis. Kegiatan digelar dalam peringatan Hari Krida Pertanian ke-47, berlangsung di lapangan Sadananya, Selasa 2 Juli 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
SEJUMLAH penikmat kopi ikut mencoba minum kopsi yang disediakan oleh beberapa kedai dan komunitas kopi Ciamis pada kegiatan Festival Kopi Ciamis. Kegiatan digelar dalam peringatan Hari Krida Pertanian ke-47, berlangsung di lapangan Sadananya, Selasa 2 Juli 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Tatar galuh ternyata memiliki kopi dengan kualitas tidak kalah dengan dari daerah lain seperti kopi Gayo Aceh, kopi Lampung, kopi Bajawa Flores, kopi Kintamani Bali dan lainnya. Beragamnya   kopi Ciamis yang berasal dari berbagai wilayah, dapat ditemukan di Festival Kopi Ciamis 2019.

Bertemunya pelaku usaha, komunitas, termasuk penikmat kopi tersebut menjadi bagian dari kegiatan Hari Krida Pertanian 2019 yang berlangsung di lapangan Sadananya, Kecamatan Sadananya.  Festival Kopi Ciamis yang berlangsung selama empat hari, mulai 1 – 4 Juli 2019, diikuti  pelaku kopi dari  12 kecamatan yang selama ini juga dikenal sebagai penghasil kopi.

Pada umumnya nama kopi yang dipamerkan dan disediakan sesuai dengan asal kecamatan atau gunung tempat kopi tersebut ditanam. Di antaranya Kopi Kalijaya berasal dari wilayah Kalijaya, Kopi Rajadesa, Kopi Ki Oyo, Kopi Gunung Sawal Cihaurbeuti, Kopi Rancah, Kopi Panawangan, Kopi Panumbangan dan lainnya.

Festival yang baru pertama kali ikut meramaikan pesta petani di tatar galuh Ciamis tersebut, mendapat perhatian dari masyarakat. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati kopi seduh secara gratis, akan tetapi juga dapat langsung membeli kopi bubuk maupun yang masih berupa butiran.

Selain itu pengunjung juga dapat konsultasi soal mengolah kopi, mulai dari petik hingga cara penyajian, termasuk melihat langsung teknik penyajian kopi, cara menggiling kopi serta  roasting atau pemanggangan kopi. Disediakan pula aneka kemasan kopi dengan label menyebutkan asal kopi.

“Sesama jenis kopi robusta, kopi Ciamis memiliki citarasa yang khas, rasanya mantul (mantap betul) dan lebih nendang. Kopi Ciamis mampu bersaing dengan kopi terkenal dari daerah lain,” tutur Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, yang juga mengaku sebagai penikmat kopi, Selasa 2 Juli 2019.

Campuran cokelat

Sesuai alam Ciamis, sebagian besar yang ditanam adalah jenis kopi robusta, meski pun demikian yang arabika juga cukup banyak. Kedua jenis tersebut, masing-masing memiliki citarasa yang khas. Namun demikian kopi robusta Ciamis juga ada yang sedikit asam layaknya arabika. Termasuk ada kopi yang beraroma campuran kopi dengan cokelat.

Festival ini, lanjut Herdiat, bertujuan untuk memberikan edukasi pendidikan serta menunjukkan kepada warga, bahwa Ciamis memiliki kopi dengan kualitas baik. Memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Sementara itu Galih, anggota Ciamis Daily Coffee, mengatakan festival ini tidak hanya sekadar ajang untuk lebih mengenalkan kopi Ciamis, akan tetapi juga menunjukkan potensi yang kopi yang dapat dikembangkan. Kopi Ciamis, memiliki rasa dan aroma khas yang tidak ditemukan di daerah lain.

“Kopi robusta Ciamis punya rasa dan aroma khas, ada asemnya seperti karakter kopi arabika. Kopi Ciamis dapat disejajarkan dengan kopi ternama dari daerah lain. Bahkan punya keunggulan tersendiri. Tinggal bagaimana dukungan promosinya,” ujar Galih.

Terpisah Kustini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis mengatakan  kopi robusta lebih mendominasi dibandingkan jenis arabika. Saat ini terdapat sekitar 1.800 hektare tanaman kopi yang tersebar di 12 kecamatan, dengan produksi sekitar 1.000 ton per tahun.***

Bagikan: