Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

KJA di Pantai Pangandaran Rusak, Puluhan Ribu Bibit Ikan Barramudi Lepas

Agus Kusnadi
PRESIDEN RI Joko Widodo saat meresmikan Keramba Jaring Apung (KJA) tahun 2018.*/DOK. PR
PRESIDEN RI Joko Widodo saat meresmikan Keramba Jaring Apung (KJA) tahun 2018.*/DOK. PR

PANGANDARAN,(PR).- Keramba jarung apung  (KJA) yang berada di lepas pantai offshore Pangandaran sudah tidak beroperasi lagi sejak Mei 2018. KJA yang merupakan proyek Kementerian Kelautan Dan Perikanan dan direamikan oleh Presiden Republik Indonesia itu jebol dan rusak akibat diterjang gelombang tinggi yang melanda perairan laut bagian selatan pulau Jawa.

Menurut Koordinator Jaga, Entis, sejak jebolnya salah satu keramba kini sudah tidak ada lagi petugas yang menjaga karena tidak tahan terobang-ambing di lepas pantai dengan kondisi gelombang tinggi pada saat itu. "Gelombang tinggi membuat keramba apung yang sudah ditebar bibit ikan barramudi atau kakap putih lepas melalui jaring yang robek akibat terjangan gelombang," ungkapnya, Rabu, 3 Juli 2019.

Sejak itu kata Entis, dirinya bersama beberapa temannya, tidak lagi melakukan tugas jaganya di keramba jaring apung. "Bahkan belum lama ini ada satu keramba yang hanyut terbawa gelombang dan tersangkut di batu karang di pantai Madasari Cimerak Pangandaran," ujar Entis.

Namun setelah dilakukan berbagai upaya, kata Entis, keramba jaring apung tidak bisa ditarik akibat tersangkut batu karang. Kini kabarnya keramba jaring apung masih tersangkut di Pantai Madasari.

Ditempat terpisah, Kepala Unit Tata Operasional Pelabuhan POI Cikidang Kementerian Kelautan Dan Perikanan, Putat Yanu Sungkono membenarkan, jebolnya keramba jaring apung. "Kalau tidak salah keramba jaring apung yang sudah ditebari kurang lebih sekitar 70 ribu ekor bibit ikan barramudi habis karena jebol akibat cuaca ektrim pada saat itu," ujar Putat di Jakarta saat dikonfirmasi melalui telepon.

Kata Putat, awalnya ada 8 keramba jaring apung yang dipasang di lepas pantai Pangandaran, namun yang dua sudah ditarik ke pelabuhan Cikidang termasuk keramba yang jebol. "Yang satu lagi hanyut, sekarang ada di pinggir pantai Madasari dan sisanya yang 5 keramba lagi masih di tengah," ujarnya, seraya dirinya menjelaskan, yang 4 keramba tidak terlihat karena berada di bawah permukaan laut.

Sejak jebolnya keramba jaring apung yang sudah berisi puluhan ribu ekor bibit ikan barramudi, banyak warga dan nelayan berburu ikan barramudi atau kakap putih yang diduga berasal dari keramba jaring apung yang terlepas melalui jaring yang jebol. Ikan barramudi yang berhasil tertangkap jaring milik warga dan nelayan itu berukuran sekitar tiga hingga empat jari tangan orang dewasa.***

Bagikan: