Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Pengguna Tol Perlu Tahu, Cibatu-Karawang Barat Setiap Hari Macet

Tommi Andryandy
KENDARAAN arah Jakarta terpaksa mengantre melewati perbaikan badan jalan di kilometer 31 Tol Jakarta-Cikampek, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa 2 Juli 2019. PT Jasa Marga menyatakan, perbaikan terus akan dilakukan hingga Jumat 5 Juli 2019) pagi.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
KENDARAAN arah Jakarta terpaksa mengantre melewati perbaikan badan jalan di kilometer 31 Tol Jakarta-Cikampek, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa 2 Juli 2019. PT Jasa Marga menyatakan, perbaikan terus akan dilakukan hingga Jumat 5 Juli 2019) pagi.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Perbaikan jalan pada sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek membuat lalu lintas padat. Kepadatan terpantau terjadi di beberapa titik, terutama jalur yang mengarah ke Cikampek.

Berdasarkan pantauan PR, Selasa 2 JUli 2019 sore, kepadatan terpantau terjadi sekitar kilometer 35, antara gerbang tol Cibatu dan Cikarang Pusat, arah ke Cikampek. Selain disebabkan karena peningkatan volume kendaraan, kepadatan pun terjadi karena penyempitan jalan.

Sesaat sebelum akses keluar tol Cikarang Pusat arah Cikampek, terjadi penyempitan jalan lantaran pekerjaan pembangunan proyek Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). Lajur paling kiri ditutup karena ada kendaraan berat yang tengah menaikkan besi ke badan jalan layang. Ruas jalan pun menyempit dari empat menjadi dua lajur.

Penyempitan ini membuat kemacetan yang terbilang panjang. Terpantau, kepadatan ini mengular hingga sekitaran kilometer 31 atau dekat dengan akses keluar gerbang Cikarang Barat.

Tidak hanya itu, masih pada jalur mengarah Cikampek, kendaraan yang telah melewati kepadatan di kilometer 35 akan kembali melintasi titik kepadatan lainnya yakni setelah akses keluar ke Cikarang Pusat. Pada perbatasan antara Kabupaten Bekasi dengan Karawang ini, kepadatan disebabkan karena perubahan jalur Tol Japek II Elevated.

Badan jalan yang semula berada pada titik tengah tol, bergeser ke sisi utara dan selatan. Pergeseran ini membuat pengendara mengurangi laju kendaraan hingga mengakibatkan kepadatan.

“Memang kalau dulu padatnya dari Cikarang Utama sampai ke Karawang. Sekarang Cikarang Utama geser, macet masih ada habis Cibatu sampai mau ke Karawang Barat. Bagaimana, ini jalur saya tiap hari,” ujar Andi (31), salah seorang pengguna jalan.

Pemeliharaan

Menjelang petang, giliran tol arah Jakarta yang mengalami kepadatan. Penumpukan kendaraan terjadi di sekitar kilometer 31, berdekatan dengan akses keluar gerbang Cikarang Barat. Pada titik ini, kepadatan diakibatkan proyek pemeliharan pada badan jalan yang dilakukan PT Jasa Marga. Pemeliharaan ini membuat lajur II ditutup.

Alhasil, pengguna jalan terpaksa harus mengantre untuk masuk ke lajur I, II dan IV. Kepadatan ini terjadi sepanjang sekitar 1 kilometer. “Kalau di sini mah (kilometer 31) enggak bisa ditentuin. Kadang kosong, kadang macet. Tapi kalau ada proyek atau jalan disempitin pasti macet. Ini lumayan tadi pas lewatin Cibatu, maju sedikit kena di sini,” ucap Iwan (41), pengemudi lainnya.

Pria yang hampir setiap hari melintasi Tol Jakarta-Cikampek ini berharap seluruh proyek yang dikerjakan di dalam dan di sekitar tol segera rampung. “Kalau ditargetkannya bulan Maret, ya harus beres Maret. Kalau September ya September. Pengennya cepat beres, jadi bisa lancar lagi,” ucap dia.

Sebelumnya, PT Jasa Marga menyampaikan bahwa pihaknya tengah melaksanakan pekerjaan pemeliharaan, terhitung sejak Minggu (30/6/2019) pukul 8 pagi hingga Jumat (5/7/2019) pukul 5 pagi.

Pengerjaan dilakukan di dua titik yakni kilometer 24+515 sampai dengan kilometer 24+616 arah Cikampek pada bahu luar dengan panjang penanganan 72 meter. Kemudian, kilometer 31+919 sampai dengan kilometer 31+799 arah Jakartra pada lajur II dengan panjang penanganan 120 meter.

“Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan rekonstruksi dimaksud karena akan berdampak pada penutupan sementara sebagian lajur pada lokasi pekerjaan tersebut,” kata Irra Susiyanti selaku Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga melalu siaran pers.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang berpotensi terjadi akibat pekerjaan, Jasa Marga bekerjasama dengan kepolisian telah menyiapkan mitigasi risiko melalui pengaturan lalu lintas berupa sistem buka tutup lajur 1 di lokasi pekerjaan, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta. Kemudian, jika kondisi padat, maka dipersiapkan dua titik contraflow dari Km 21+000 sampai dengan Km 25+100 arah Cikampek dan Km 35+600 sampai dengan Km 29+500 arah Jakarta untuk mencairkan kepadatan menjelang titik lokasi pekerjaan.

“Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek telah melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan Variable Message Sign. Selain itu, juga berkoordinasi dengan pihak manajemen konstruksi untuk pengaturan jadwal dengan proyek lainnya yang ada di koridor jalan tol,” kata dia. ***

Bagikan: