Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 28.5 ° C

Menagih Janji Pemerintah, Masyarakat Blokir Proyek Bendungan Kuningan

Nuryaman
MASYARAKAT Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan disertai perangkat  desa menutup gerbang masuk lokasi projek pembangunan Bendungan Kuningan, di Desa Randusari, Minggu 30 Juni 2019. */ NURYAMAN/PR
MASYARAKAT Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan disertai perangkat desa menutup gerbang masuk lokasi projek pembangunan Bendungan Kuningan, di Desa Randusari, Minggu 30 Juni 2019. */ NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Masyarakat Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan disertai perangkat  desa menutup gerbang masuk lokasi projek pembangunan Bendungan Kuningan, di Desa Randusari, Minggu 30 Juni 2019. Hal itu dilakukan sebagai aksi lanjutan masyarakat desa-desa terkena dampak pembangunan Bendungan Kuningan menuntut pemerintah segera menyelesaikan pembebasan lahan serta memenuhi berbagai aspirasi masyarakat terkena dampak projek tersebut.

Aksi masyarakat desa tersebut dimulai sekitar pukul 8.00 berangkat beriringan berjalan kaki dari halaman kantor Desa Kawungsari menuju gerbang masuk lokasi projek sejauh lebih kurang 3,5 kilo meter.Rute perjalanan sejauh itu mereka tempuh melintasi alur jalan tanah di dalam area bakal genangan, alur jalan di atas bentangan bangunan bendung,  lalu melalui jalan berlapis beton dari lokasi bendung hingga ke titik gerbang tersebut.

Di tengah perjalanan itu, ratusan warga desa tersebut sempat berhenti beberapa saat antre membubuhkan tanda tangan mereka di atas kain putih sepajang lebih kurang 20 meter. Spanduk kain putih berisi tanda tangan ratusan masyarakat dan perangkat Desa Kawungsari itu, selanjutnya dipasang membentang menutupi gerbang pintu masuk lokasi proyek.

Salah satu spanduk tersebut bersi tulisan tercetak berbunyi “Kami masyarakat Desa Kawungsari sepakat menutup kegiatan pekerjaan proyek Waduk Kuningan sampai terealisasinya tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak Bendungan Waduk Kuningan”. Spanduk itu, dipasang pada pintu gerbang besi yang sejak tanggal 20 Mei 2019 telah digembok massa aksi dengan tuntutan yang sama dari masyarakat Desa Randusari (desa tetangga Kawungsari) dalam wadah Forum Masyarakat Peduli Dampak Waduk Kuningan.

Senada dengan pernyataan masa aksi dari Desa Randusari, masyarakat Desa Kawungsari pun, menyatakan tidak akan membiarkan aktivitas fisik pembangunan bendungan itu dilanjutkan sebelum  pemerintah menyelesaikan semua permasalahan menyangkut masyarakat dan desa terdampak proyek tersebut.

“Pokoknya sebelum semua persoalan menyangkut masyarakat terkena dampak projek ini diselesaikan oleh pemerintah, kami akan terus menghadang terhadap segala aktvitas pekerjaan fisik di lokasi proyek ini,” ujar Runaedi salah satu tokoh masyarajat Desa Kawungsari diamini Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Kawungsari Murdiono, dan sejumlah masyarakat  desa tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengerjaan fisik proyek tersebut sejak tanggal 20 Mei 2019 telah terhenti total atas penghentian paksa oleh masyarakat terdampak dari Desa Randusari. Selain menyetop aktivitas pekerjaan lanjutan proyek tersebut, masyarakat dalam wadah Forum Masyarakat Peduli Dampak Waduk Kuningan diketuai Asep Kusnara dari Desa Randusari, pada Kamis 27 Juni 2019 juga telah mencoba menindaklanjuti aksi mereka dengan mendatangi kantor Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung.***

 

Bagikan: