Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya berawan, 30.1 ° C

BBKSDA Jabar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga

Ani Nunung Aryani
BUAYA muara  (Crocodylus porosus) peliharaan warga yang diserahkan  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon Senin 1 Juli 2019. Empat ekor satwa liar yang langka dan dilindungi berhasil diamankan BBKSDA Jawa Barat.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR
BUAYA muara (Crocodylus porosus) peliharaan warga yang diserahkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon Senin 1 Juli 2019. Empat ekor satwa liar yang langka dan dilindungi berhasil diamankan BBKSDA Jawa Barat.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR

SUMBER, (PR).- Empat ekor satwa liar yang langka dan dilindungi berhasil diamankan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon, Senin 1 Juli 2019.

Empat ekor satwa dari tiga jenis satwa liar masing-masing seekor kukang jawa (Nycticebus javanicus), dua ekor kucing hutan/kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), dan seekor buaya muara (Crocodylus porosus). Keempat satwa diamankan dari masyarakat, yang melaporkankannya ke BBKSDA.

Menurut polisi Kehutanan BBKSDA Jawa Barat, Ade Kurniadi Karim, ketiga jenis satwa tersebut merupakan satwa liar dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Ade mengungkapkan, diamankannya empat ekor satwa dilindungi merupakan bagian dari 122 ekor satwa liar yang dilindungi, sepanjang Januari-Juni 2019.

"Laporan dari masyarakat adanya satwa yang dilindungi baik yang dipelihara maupun hasil jebakan, kami terima bertahap," katanya di kantor BBKSDA Jawa Barat, Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon, di Sumber.

Kucing hutan

Menurutnya, laporan terakhir yakni penangkapan dua ekor kucing hutan setelah warga Desa Ciparay dan Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka memasang jebakan.

Warga dua desa tersebut resah menyusul kejadian banyaknya ayam peliharaan yang mati maupun hilang dimangsa binatang liar.

Dia menjelaskan, laporan pertama diterima pihaknya melalui call center BBKSDA Jabar, Jumat (28/6/2019), dari masyarakat Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, yang menemukan satwa jenis Kukang Jawa di halaman rumahnya. 

Warga tersebut meminta segera dilakukan evakuasi karena prihatin melihat keberadaan kukang yang terlihat kurus.

Kemudian, pada Sabtu (29/6/2019), tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon, Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, mengevakuasi Kukang Jawa itu ke alamat dimaksud.

Evakuasi

Sementara, seorang warga melaporkan kepemilikan buaya muara yang sudah dipelihara sekitar 4 tahun. Buaya tersebut merupakan pemberian dari warga lain seusai menjaring ikan di Sungai Cimanuk.

Buaya itu sempat dipelihara sampai akhirnya diketahui buaya muara itu merupakan satwa dilindungi dan melaporkannya ke call center BBKSDA Jabar. Tim pun melakukan evakuasi ke alamat tersebut.

"Ketiga jenis satwa itu akan dievakuasi ke kandang transit Bidang KSDA Wilayah III Ciamis untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan," ujarnya.

Pemeriksaan oleh dokter hewan dilakukan untuk mengetahui langkah selanjutnya terhadap ketiga satwa itu, apakah akan direhabilitasi di lembaga konservasi atau dilepasliarkan ke habitatnya. 

Dikatakannya, sepanjang Januari-Juni 2019 telah diamankan sedikitnya 122 ekor satwa liar yang dilindungi. Dari jumlah itu, primata merupakan yang terbanyak.

Menurutnya, tingginya kesadaran masyarakat menyerahkan satwa liar yang dilindungi, menjadi salah datu faktor banyaknya satwa liar yang berhasil diamankan.

Namun diakuinya, masyarakat yang belum menyerahkan satwa liar yang dilindungi pun masih cukup banyak karena rasa memiliki yang tinggi maupun prestise.***

Bagikan: