Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.8 ° C

Penerbangan dari Bandara Kertajati Dimulai Hari Ini, Para Penumpang Berbagi Pengalamannya

Tati Purnawati
PESAWAT Air Asia melakukan penerbangan dengan rute Denpasar-Kertajati dan sebaliknya di Bandara Kertajati, Minggu 30 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR
PESAWAT Air Asia melakukan penerbangan dengan rute Denpasar-Kertajati dan sebaliknya di Bandara Kertajati, Minggu 30 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR

PERHATOSAN, perhatosan. Ka sadaya calon penumpang pesawat disuhunkeun kangge ngajaga kabersihan. Hatur nuhun. (Perhatian, perhatian. Kepada seluruh penumpang pesawat dimohon menjaga kebersihan. Terima kasih)

Berulang kali imbauan berbahasa Sunda itu dan kalimat imbawan lain terdengar dengan lebut namun jelas di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Minggu 30 Juni 2019 pagi hingga siang pukul 8.25 WIB.

Sejumlah calon penumpang penerbangan jurusan Kertajati-Denpasar terlihat memperhatikan suara tersebut. Walau seolah tidak memahami artinya, mereka tersenyum. Beberapa di antara mereka ada juga yang tetap santai memotret beberapa sudut ruangan bandara. Ada pula yang berswafoto.

CALON penumpang pesawat mengantre boarding pass di Bandara Kertajati, Minggu 30 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR

CALON penumpang pesawat mengantre boarding pass di Bandara Kertajati, Minggu 30 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR

Setelah terdengar kembali imbauan agar penumpang segera berada di ruang tunggu, mereka bergegas berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan pesawat domestik yang ada di lantai II.

Pada Minggu 30 Juni 2019, maskapai Air Asia sudah memulai penerbangan ke Bandara Kertajati dari Denpasar, serta Garuda yang datang siang pukul 14.00. Maskapai itu terlebih dahulu beroperasi dibanding maskapai lainnya yang baru memulai penerbangan pada Senin 1 Juli 2019.

Penerbangan itu merupakan pengalihan penerbangan yang semula dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati bersama dengan seluruh penumpangnya. Tingkat keterisian penumpang pada penerbangan perdana itu mencapai sekira 90 persen.

Tak tahu ada bus gratis

Pasangan suami-istri Edi dan Wiwin serta putranya, dan 21 teman sekomplek dari Padalarang adalah sebagian dari  ratusan penumpang lainnya yang menggunakan penerbangan perdana dari Kertajati. Mereka berangkat dari Padalarang sekira pukul 3.30 menggunakan kendaraan travel karena khawatir terlambat.

“Kami kahwatir kesiangan. Kedua, memang tidak mengetahui ada bus yang ke sini. Kalau pun tahu, ke Bandungnya jauh,” kata Edi yang hendak liburan ke Bali.

Sementara warga lainnya, Wahyu dan Nuri yang baru pulang kampung, terkejut dengan adanya pemindahan penerbangan dari  Husein Sastranegara ke Kertajati karena baru mendapat pemberitahuan dari maskapai  empat hari sebelum keberangkatan.

PESAWAT Air Asia melakukan penerbangan dengan rute Denpasar-Kertajati dan sebaliknya di Bandara Kertajati, Minggu 30 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR

Oki Gantira asal Kopo, Kota Bandung juga datang ke Bandara Kertajati pagi hari karena khawatir terlambat. Dia tidak mengetahui sebelumnya akan ada pengalihan rute penerbangan dari bandara Husein Sastranegara ke Kertajati padahal dia sudah membeli tiket sejak 4 Mei 2019 dan pemberitahuan pengalihan rute pada 24 Juni 2019.

“Kalau dari rumah ke bandara Husein paling 15 menit sampai, sekarang hampir 3 jam,” kata Oki yang sudah 4 tahun bekerja di Bali.

Hampir rata-rata penumpang mengaku tidak mengetahui adanya angkutan bus gratis dari Bandung ke Kertajati sehingga mereka terpaksa berangkat menggunakan kendarana pribadi atau travel.

Kemegahan bandara

Meski demikian, hampir seluruh penumpang menyebutk bahwa bandara Kertajati megah, lebih megah dan lebih mewah dibanding bandara Soekarno-Hatta.

“Bandaranya megah, jauh lebih megah dibanding bandara Soekarno-Hatta,” kata Tashiri, warga asal Patrol Indramayu yang menjadi pemandu turis asal Arab.

Dia bersyukur dengan adanya penerbangan dari bandara Kertajati karena lebih dekat dan tanpa hambatan di perjalanan. “Saya biasa ke Cikarang menuju Bali karena jadi pemandu,” katanya.

PESAWAT Air Asia melakukan penerbangan dengan rute Denpasar-Kertajati dan sebaliknya di Bandara Kertajati, Minggu 30 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR

Esksekutif Geberal Manajer PT Angkasa Pura II, Iboet Astono bersyukur Air Asia sudah memulai  penerbangan perdana rute baru Denpasar-Kertajati dan sebaliknya.

Untuk penerbangan perdana kedatangan tingkat keterisian penumpang dari Denpasar mencapai  110 penumpang atau  sekira 61 persen sedangkan keberangkatan mencapai 166 orang penumpang atau mencapai 90 persen.

“Ada ketertarikan penumpang ke Kertajati. Diharapkan ini akan terus berlangsung. Hari ini yang terbang Air Asia dua slot, siang pukul 14.15 Garuda datang Bandung menuju Denpasar. Ini  untuk persiapan terbang besok.” kata Iboet Astono.

Mulai Senin 1 Juli 2019, menurut Iboet Astono, berdasarkan data, terdapat 21 penerbangan di bandara Kertajati antara lain Lion Air 9 penerbangan, Citylink 6 penerbangan, Air Asia dan Garuda masing-masing 1 penerbangan. Ekpres Air baru memulai penerbangan pada 7 Juli 2019.

“Lion Air membatalkan 4 penerbangannya, belum jelas alasannya sehingga tinggal 17 penerbangan atau 37 pergerakan pesawat,” kata Iboet Astono.

Menyangkut jumlah penumpang untuk setiap maskapai saat ini, menurut dia,  pemesan tiket terus berjalan hingga malam. Diharapkan, jumlah penumpang akan semakin tinggi.

Dia juga bersykur pilot dan copilot menyatakan kesan baik melakukan pendaratan di Bandara Kertajati yang mulus tanpa ada gangguan.***

Bagikan: