Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 26.2 ° C

Pemprov Genjot Pembangunan di Jatinangor

Advertorial
GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil./DOK HUMAS PEMPROV JABAR
GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil./DOK HUMAS PEMPROV JABAR

SUMEDANG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menggelar Subuh Keliling (Subling) kali ini di Masjid As Sholihat, Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu 30 Juni 2019.

Kesempatan ini digunakan Gubernur untuk bersilaturahim dan mensosialisasikan beberapa program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan di daerah kampus perguruan tinggi.

Jatinangor digadang-gadang akan menjadi salah satu kawasan penting di Jawa Barat. Selain akan terus dikembangkan menjadi kawasan pusat pendidikan, pemerintah juga akan terus menggenjot Jatinangor melalui beberapa proyek pembangunan strategis.

"Jatinangor ini sedang akan saya bantu maksimal. Silakan Pak Camat (Jatinangor) dan Pak Bupati (Sumedang) cari lahan yang cocok untuk urusan pemerintahan. Nanti di dalamnya saya bercita-cita harus ada alun-alun," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Menurut dia, Jatinangor harus mempunyai alun-alun sebagai pusat kegiatan sekaligus kebanggaan warganya. Di lahan tersebut nantinya bisa digunakan sebagai pusat pemerintahan Kecamatan Jatinangor.

"Bisa jadi pusat pemerintahan, ada kantor camat, koramil, kapolsek, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Kita ikhtiarkan sama-sama," ujarnya.

Lebih lanjut, Emil pun membeberkan seputar rencana Pemda Provinsi Jawa Barat untuk menggenjot pembangunan di Jatinangor. Emil meminta agar peran serta forum komunikasi pimpinan Kecamatan Jatinangor bisa menyosialisasikannya kepada warga Jatinangor.

"Ada banyak program pemerintah yang oleh forum komunikasi pimpinan kecamatan harus disiosialisasikan," pinta Emil.

Pertama, terkait reaktivasi jalur kereta api yang melewati kawasan Jatinangor. Hal ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan dan langkah antisipasi mengimbangi kemajuan pembangunan di Jatinangor.

"Terkait rencana jalur kereta api yang harus dicari cara yang baik, karena ujung-ujungnya untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat. Kalau itu (kereta api) ada, tidak akan banyak kemacetan, (masyarakat di Jatinangor) tidak akan stres, karena memang (jalur keretanya) dari dulu juga sudah ada," paparnya.

Kedua, terkait pembangunan kawasan pusat UKM atau industri kreatif di Jatinangor. Lokasinya di dekat berbagai perguruan tinggi seperti Unpad, IPDN, dan ITB, Jatinangor dan menjadi bagian dari lahan BGG Golf.

"Ada lahan yang kemungkinan akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata bukan golf. Dari pada lahannya menganggur akan kita manfaatkan salah satunya untuk pasar UKM kreatif masyarakat, sehingga nanti orang-orang se-Jawa Barat bisa berbelanja produk-produk Sumedang atau Jatinangor," harapnya.

Emil juga meminta dukungan warga Jatinangor dan Sumedang lainnya agar Tol Cisumdawu segera diselesaikan dan rencana pembangunan Tol Cigatas bisa segera bisa terwujud.

"Doakan juga, kita sedang memaksimalkan penyelesaian Tol Cisumdawu secepatnya. Tolong didukung dan persiapan untuk dimulainya lelang Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) sampai Banjar dan Pangandaran," ungkap Emil.

"Itu rencana kemajuan yang akan kita berikan untuk masyarakat Jatinangor. Tentunya ujung-ujungnya harus membawa kemakmuran pada masyarakat Jatinangor," tukasnya.

Emil menambahkan, saat ini pihaknya tengah mencari lahan untuk dijadikan rumah sakit paling canggih di Jawa Barat. Karena pemerintah punya rencana untuk memindahkan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ke Jatinangor.

"Kita ada rencana besar juga yaitu memindahkan Rumah Sakit Hasan Sadikin ke Jatinangor. Jadi, nanti rumah sakit tercanggih se-Jawa Barat itu kemungkinan ada di Jatinangor. Sedang dicari lahannya," jelas Emil.

"Makanya Jatinangor itu pusat paling maju di Jawa Barat, itu insyaallah di Kecamatan Jatinangor. Saya tidak mau kehilangan momentum, salah mendesain atau salah sasaran," tambahnya.

Pada kesempatan ini, Emil pun terus menyerukan kepada seluruh warga Jatinangor dan masyarkat Jawa Barat pada umumnya untuk terus menjaga nikmat berbangsa dan bernegara. Caranya dengan menjaga persatuan dan kesatuan kita tanpa melihat perbedaan yang ada, yakni dengan mengedepankan persamaan diantara sesama umat manusia.

"Kalau nikmat berbangsa dan bernegara tidak bisa kita jaga, maka negara kita akan pecah belah. Saya titip dijaga nikmat berbangsa dan benegara kita ini," tandasnya.***

Bagikan: