Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

Puncak Pelita, Bentang Alam Tasikmalaya dari Ketinggian

Bambang Arifianto
PUNCAK Pelitamenyuguhkan pemandangan indah berupa bentang alam Tasikmalaya dari atas ketinggian, serta kolam renang di atas bukit.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PUNCAK Pelitamenyuguhkan pemandangan indah berupa bentang alam Tasikmalaya dari atas ketinggian, serta kolam renang di atas bukit.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

BERADA di kawasan perbukitan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Puncak Pelita memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Objek wisata tersebut menyuguhkan pemandangan indah berupa bentang alam Tasikmalaya dari atas ketinggian. 

Hamparan sawah, ladang, serta pemukiman warga Tatar Sukapura terhampar di bawah Puncak Pelita. Tiupan angin dingin yang berembus di sela-sela rerimbunan hutan Gunung Talaga Bodas, juga menjadi obat ampuh melepas stres dan penat bagi pengunjung yang tetirah ke sana.

Untuk melancong ke Puncak Pelita tak terlalu sulit. Lokasinya berada di atas bukit Kampung Sukamaju, Desa Kertamukti, Kecamatan Ciawi. 
Pengunjung dari arah Bandung dan Kota Tasikmalaya cukup masuk ke Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga). Dari arah jalan baru itu, tinggal berbelok menuju kawasan Kiarajangkung. 

Jalanan lumayan berkelok dan menanjak. Namun, pemandangan sawah yang elok di Kiarajangkung menjadi bonus pemandangan indah yang bisa dinikmat dalam perjalanan. 

Berhenti sejenak sembari berswafoto menjadi pilihan tepat untuk mengabadikan hamparan pesawahan Kiarajangkung yang mirip Ubud, Bali.

Perjalananan selanjutnya adalah medan yang terus mendaki menuju puncak bukit. Di sini, pengunjung yang menggunakan kendaraan wajib ekstra hati-hati lantaran beberapa tanjakannya cukup ekstrem. 

Selepas melewatinya, Puncak Pelita sudah di depan mata. Deretan warung-warung warga serta kebun-kebun petani sayuran menjadi penanda pengunjung telah sampai tujuan. 

Kolam di atas bukit

Yang unik, Puncak Pelita memiliki sebuah kolam renang. Berenang di kolam renang yang berada di atas ketinggian tentunya memiliki sensasi tersendiri. 

Apalagi, pemandangan hamparan sawah dan rumah warga terlihat pula dari lokasi itu. Sayangnya, air kolam tampak keruh saat Pikiran Rakyat menyambanginya, Jumat, 28 Juni 2019. 

Beberapa pengunjung terlihat menikmati pemandangan Puncak Pelita. Sebagian dari mereka berfoto dengan menaiki panggung-panggung bambu yang dibuat menyerupai perahu di atas tebing oleh para pemilik warung. 

Yodya (17), pengunjung asal Rajapolah, mengaku takjub dengan perubahan Puncak Pelita. "Banyak taman, ada kolam," ucap pelajar SMA tersebut. 
Beberapa tahun lalu, ia sempat mengunjungi Puncak Pelita. Saat itu, pemandangan Puncak Pelita hanya kebun-kebun petani dengan fasilitas pendukung yang masih minim. Kini, warung-warung warga berderet di lokasi wisata itu.

Yodya menilai, pengelola perlu menambah wahana permainan agar pengunjung memiliki banyak pilihan menikmati Puncak Pelita seperti ayunan dan sepeda-sepeda yang meniti tali di atas ketinggian. 

Terkait infrastruktur jalan, ia menyebut kondisinya cukup bagus. Namun, promosi Puncak Pelita sebaga destinasi wisata masih kurang. 

Informasi keberadaannya pun diketahui Yodya dari omongan teman. Hal itu diakui pula pengunjung lain, Nira (16). Pelajar asal Kikisik, Sukaratu itu juga mengaku mendapat informasi Puncak Pelita dari rekannya.

Nira juga kecewa karena air kolam renang tempat wisata itu keruh. "Kalau bisa dikelola (dengan baik), apalagi air kolamnya bersih," katanya. 

Kehadiran kolam di atas bukit cukup langka dan masuk kategori unik. Bila kolam renang itu dirawat, Puncak Pelita dipastikan makin banyak dikunjungi. 

Sementara itu, Dadang (43), warga Sukamaju mengatakan, lokasi wisata tersebut dikelola Desa Kertamukti. Penataan Puncak Pelita sebagai tempat wisata pun memakai dana desa. 

Puncak Pelita, lanjutnya, baru sekitar satu tahun dibuka sebagai destinasi wisata. "Strategis di sini, tahun baru saja pengunjung dari berbagai tempat datang ke sini," ujarnya. 

Jika ramai pengunjung atau momen libur, pengunjung baru dikenakan biaya masuk untuk keperluan parkir. Itu pun nilai nominalnya terserah pengunjung. Namun, pada hari biasa, tak ada pungutan parkir tersebut. 

Penasaran dengan Puncak Pelita, datangi saja tempatnya di Ciawi selepas membaca tulisan ini.***

Bagikan: