Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 25.9 ° C

Kronologi Delapan Orang Tewas Tertabrak Kereta di Indramayu

Gelar Gandarasa
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

INDRAMAYU, (PR).- Sebuah minibus Terrios hitam sarat penumpang tertabrak Kereta Api Jayabaya rute Pasar Senen-Malang, Sabtu, 29 Juni 2019 pukul 15.13 WIB. Delapan penumpang tewas di tempat. Pengemudi memaksa melintas hingga akhirnya mesin mobil mati di tengah rel. 

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki menuturkan, kejadian nahas itu berlangsung di Km 143+1 Desa Jayamulya, Blok Cipedang Jubleg, Kecamatan Kroya, Indramayu. Ketika itu, sebuah mobil minibus Terrios dengan nomor polisi E 1826 RA hendak melintasi perlintasan tak berpalang. 

Berdasarkan penuturan saksi-saksi, pada saat yang sama kereta Jayabaya rute Pasar Senen-Malang hendak melintas. Perlintasan itu dijaga oleh tiga orang warga secara sukarela. Para penjaga pun telah memperingatkan pengemudi supaya berhenti sejenak. Namun pengemudi nekat memaksakan diri, tiba-tiba mesin mobil mati tepat di tengah rel. 

Penjaga pintu pun lantas berusaha mendorong mundur kendaraan itu. Namun upaya tersebut gagal karena jarak yang tak memungkinkan. Penjaga lainnya pun menarik rekannya untuk menghindari kereta. Nahas mobil berpenumpang tujuh orang itu terseret kereta sejauh 100 meter. Kondisi mobil ringsek parah. 

"Mengakibatkan seluruh penumpang meninggal dunia," ungkap dia. Yoris mengatakan, salah seorang korban tengah mengandung dengan usia kandungan yang cukup tua. Total korban yang meninggal berjumlah 8 orang. Yoris menambahkan, semua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu. Polisi masih menindaklanjuti kasus tersebut. 

Kedelapan korban itu merupakan sekeluarga. Korban antara lain pasangan suami istri Tasdan (44), Dian (36) asal Losarang. Korban lainnya Mukti (5), Turi Mulyani (52), Atmadja Akmal (8), Darmiati (8) (Jakarta), Aldion Delimarta (19) (Jakarta), dan janin usia 6 bulan. 

Manager Humas PT kereta Api Indonesia (KAI) DAOP 3 Cirebon Kuswardojo menuturkan, perlintasan tersebut memang tak berpalang pintu. "Ketujuh korban tewas di tempat," katanya.

Pengemudi mobil nahas itu kemungkinan terburu-buru saat melintasi lintasan kereta tak berpalang sehingga tidak mengamati situasi di sekitarnya. Berdasarkan penuturan saksi di lapangan kata dia, korban terbiasa melewati jalan itu. "Korban sudah biasa melintasi pintu tersebut. Pada saat itu hendak mengantar saudaranya," ungkapnya. 

Meskipun tak berpalang, masyarakat harus tetap hati-hati saat melewati perlintasan kereta api. "Sebaiknya lihat kanan kiri terlebih dahulu pastikan keamanannya. Jika sudah aman baru melintas," tutur dia. Ketujuh korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. "Sudah dalam penanganan petugas," ungkap dia.***

Bagikan: