Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 21.7 ° C

Bupati Sumedang Hadiri Indonesia Jepang Business Forum di Osaka

Advertorial
BUPATI Sumedang Dony Ahmad Munir sedang memberikan oleh-oleh kepada  CEO Kadono Educational Group. Hironori Kanodo usai pertemuan bisnis dalam rangkaian acara "Indonesian Japan Business Forum" di Osaka Jepang. Jumat  28 Juni 2019.*/DOK. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KAB. SUMEDANG
BUPATI Sumedang Dony Ahmad Munir sedang memberikan oleh-oleh kepada CEO Kadono Educational Group. Hironori Kanodo usai pertemuan bisnis dalam rangkaian acara "Indonesian Japan Business Forum" di Osaka Jepang. Jumat 28 Juni 2019.*/DOK. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KAB. SUMEDANG

OSAKA, (PR).- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir  beserta tim dari Pemkab Sumedang menghadiri "Indonesia Jepang Business Forum" di Osaka Jepang.

Dalam kegiatan tersebut,  dilakukan tiga putaran pertemuan bisnis dengan delegasi sektor swasta dan pemerintah daerah di Jepang.  Yang pertama,  dengan Hironori Kanodo, CEO Kadono Educational Group. Kedua, dengan Shigeru Ando, International Business Coordinator, Okayama International Business Assosiation. Ketiga, dengan  Shinichi Nagano, International Affairs Division, Planning Departement Wakayama Prefectural Government. 

“Tiga putaran pertemuan bisnis ini,  kami rampungkan hari ini,” kata  Dony disela  acara "Indonesian Japan Business Forum" di Osaka Jepang, Rabu 26 Juni 2019 lalu.

Menurut dia, banyak hal yang dibicarakan terkait peluang bisnis dan investasi di Kab. Sumedang. Seperti halnya di sektor pertanian, industri manufaktur, pariwisata, teknologi informasi dan ketenagakerjaan.  Untuk industri manufaktur, misalnya, Jepang melalui perusahaan Mitsubishi dan Yanmar berbasis di Okayama,  tertarik berinvestasi. Sektor lain yang mendapat perhatian serius para pengusaha Jepang, kata dia,  bidang ketenagakerjaan. Kini, Jepang sangat membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang kesehatan, terutama perawat. Bahkan kebutuhannya mencapai ratusan ribu perawat.

BUPATI Sumedang Dony Ahmad Munir sedang memberikan oleh-oleh kepada  CEO Kadono Educational Group. Hironori Kanodo usai pertemuan bisnis dalam rangkaian acara "Indonesian Japan Business Forum" di Osaka Jepang. Jumat  28 Juni 2019.*/DOK. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KAB. SUMEDANG

Hari kedua kunjungan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama tim, Kamis 27 Juni 2019,  melaksanakan pertemuan dengan Walikota dan jajaran Pemerintah Daerah Kawachinagano City. Dalam pertemuan itu,  dibahas berbagai peluang kerja sama antara kedua pemerintah daerah. 

"Banyak hal yang kami bahas untuk membangun kerja sama saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Dari  mulai sektor industri, pariwisata, pertanian, kesehatan, sampai dengan ketenagakerjaan," ucap Dony di kantor Pemerintah Daerah Kawachinagano City.

Ia menuturkan, salah satu sektor yang paling mendesak dikerjasamakan, yakni ketenagakerjaan. Terutama mengirimkan tenaga kerja terlatih di bidang industri dan keperawatan. Sektor tersebut dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Terlebih daya beli masyarakat Sumedang saat ini masih rendah.

“Sektor prioritas yang perlu  dibidik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, yaitu ketenagakerjaan. Jepang butuh tenaga kerja terampil dan kami punya potensi itu. Kami punya banyak lulusan SMK, juga lulusan Akademi Perawat,” tuturnya.

Bupati Dony juga menyampaikan letak geografis Sumedang yang sangat strategis. Ada tol yang menghubungkan Jakarta-Sumedang. Selain itu, Pelabuhan  Patimban Subang serta Bandara Kertajati di Majalengka yang lokasinya berdekatan dengan Sumedang.

“Ke depan, pemerintah bisa membuka jalur penerbangan langsung dari Osaka ke Kertajati," katanya.

Malam harinya,  Dony Ahmad Munir beserta rombongan tak menyia-nyiakan  undangan makan malam dari para 'Samurai' di lingkungan Pemerintah Daerah Prefektur Wakayama.  Ia  mengeksplor potensi dan kekayaan komoditas pertanian dan pariwisata Kabupaten Sumedang. “Kami punya produk unggulan ubi cilembu, sawo sukatali dan mangga gedong gincu yang  masing-masing punya kelebihan. Kabupaten  Sumedang juga, kata dia, memiliki potensi pariwisata unggulan.

Hal itu, di antaranya rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede, pemandian air panas Cileungsing, Museum Prabu Geusan Ulun, kebudayaan, termasuk pusat kerajinan Cipacing.

“Kami punya potensi wisata air panas dengan debit air yang melimpah di kaki Gunung Tampomas. Sangat bagus untuk wisata kesehatan,” tutur Bupati Dony.

Setelah hari pertama menuntaskan tiga putaran rapat bisnis, hari kedua dua putaran, hari ketiga merampungkan empat kali pertemuan bisnis dengan berbagai pihak di Wakayama City.

"Hari ini kami selesaikan empat pertemuan sekaligus. Pertama dengan Manajemen KEG Career Academy, kemudian dengan Pimpinan Kadin Prefektur Wakayama. Lanjut dengan Ketua dan Wakil Ketua Parlemen Wakayama City, serta diakhiri pertemuan dialogis dengan Walikota Wakayama City bersama jajarannya," ungkap Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang di kantor Walikota Wakayama City, Jum'at 28 Juni 2019.

Pertemuan dengan KEG Career Academy difokuskan pada rencana pengiriman tenaga kerja terampil bidang industri dan keperawatan dari Sumedang ke Wakayama, serta transformasi digital di bidang pendidikan.

"Perusahaan kami bergerak di bidang edukasi dan ekspor impor. Kami tertarik mendatangkan tenaga perawat dan industri dari Sumedang. Dalam waktu dekat saya akan ke Sumedang," ucap Hironori Kadono, pimpinan Kadono Educatiomal Group (KEG).

Usai bertemu Kadono, Dony dan rombongan diterima oleh Tetsuya Waka, President The Wakayama Chamber of Commerce and Industry atau Kadin-nya Prefektur Wakayama.

Tetsuya memaparkan potensi Wakayama sebagai prefektur penghasil produk pertanian terbaik di Jepang yang didukung oleh industri kimia, baja dan manufaktur.  Bupati Dony juga melangsungkan pertemuan dengan Ketua Parlemen Wakayama City, Toda Masato dan Wakilnya Sakakibara Yoshihisa.  

Toda menyampaikan dukungan politik Parlemen Wakayama City terhadap rencana kerjasama yang akan dijalin antara Sumedang dengan Wakayama City.

BUPATI Sumedang Dony Ahmad Munir sedang memberikan oleh-oleh kepada  CEO Kadono Educational Group. Hironori Kanodo usai pertemuan bisnis dalam rangkaian acara "Indonesian Japan Business Forum" di Osaka Jepang. Jumat  28 Juni 2019.*/DOK. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KAB. SUMEDANG

Puncak pertemuan di hari ketiga,  dengan Walikota Wakayama City, Masahiro Obana.

"Saya menyambut baik kedatangan rombongan dari Sumedang. Selain industri, kota kami memiliki potensi kuliner, sejarah dan budaya. Sebagian besar industri di prefektur Wakayama ada disini," ujar Masahiro.

Pada keempat pertemuan itu, Bupati Dony mengupas habis-habisan potensi unggulan Sumedang, baik di sektor pertanian, industri, pariwisata maupun ketenagakerjaan. Dony juga menegaskan strategisnya letak geografis Kab. Sumedang antara metropolitan Bandung dan metropolitan Cirebon, dengan akses transportasi yang lengkap, darat, laut dan udara.

"Dony mengharapkan agar hasil dari kunjungan kerja ke Jepang, segera ditindaklanjuti oleh jajaran Pemkab Sumedang. "Kami sudah habis-habisan mendayagunakan peluang dari kunjungan kerja ke Jepang ini. Insya Allah, delegasi Wakayama City akan berkunjung ke Sumedang. Saya berharap kekda dan para pimpinan SKPD terkait, segera menyusun rencana tindak lanjut yang jelas dan terukur," tuturnya.***

Bagikan: