Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Banyak Museum Memprihatinkan, Pemerintah Kucurkan DAK Museum

Ani Nunung Aryani
PENGUNJUNG melihat-lihat baju besi Portugis koleksi Museum Pusaka Keraton Kasepuhan yang dipamerkan di ajang Festival Budaya Sunyaragi, di Taman Air Goa Sunyaragi Kota Cirebon Kamis 27 Juni 2019. Untuk pertama kalinya pemerintah mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) untuk museum dan taman budaya. Dana operasional yang totalnya senila Rp 129 miliar dialokasikan untuk 111 museum yang tersebar di seluruh Indonesia. DAK dikucurkan karena banyak museum yang kondisinya memprihatinkan.*/ ANI NUNUNG ARYANI/PR
PENGUNJUNG melihat-lihat baju besi Portugis koleksi Museum Pusaka Keraton Kasepuhan yang dipamerkan di ajang Festival Budaya Sunyaragi, di Taman Air Goa Sunyaragi Kota Cirebon Kamis 27 Juni 2019. Untuk pertama kalinya pemerintah mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) untuk museum dan taman budaya. Dana operasional yang totalnya senila Rp 129 miliar dialokasikan untuk 111 museum yang tersebar di seluruh Indonesia. DAK dikucurkan karena banyak museum yang kondisinya memprihatinkan.*/ ANI NUNUNG ARYANI/PR

CIREBON, (PR).- Untuk pertama kalinya pemerintah mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) untuk museum dan taman budaya. Dana operasional yang totalnya senilai Rp 129 miliar dialokasikan untuk 111 museum yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Fitra Arda, DAK dikucurkan karena pemerintah melihat kondisi banyak museum yang memprihatinkan, hidup enggan mati tak mau.

Menurutnya, dari DAK sebesar Rp 129 miliar, sebanyak Rp 32 miliar untuk taman budaya, dan sisanya semua untuk museum.

"Bantuan terutama diberikan untuk penataan koleksi dan ruang publik yang nyaris kurang diperhatikan banyak museum di Indonesia," katanya seusai menjadi narasumber seminar "Peran Museum terhadap Pelestarian Budaya". Seminar merupakan salah satu kegiatan Festival Budaya Sunyaragi di Taman Air Goa Sunyaragi Kota Cirebon Kamis 27 Juni 2019.

Selain Fitra Arda, seminar juga menghadirkan narasumber Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, dan budayawan yang juga Ketua Dewan Kesenian Cirebon Akbarudin Sucipto.

Dikatakan Fitra, sampai saat ini masih banyak museum yang pengelolaanya masih seperti masa dulu, hanya menyimpan dan merawat tanpa mempublikasi dan tidak menarik.

Sehingga menurutnya, bantuan diberikan agar pengelola bisa mengekplorasi kreativitasnya untuk menarik masyarakat datang ke museum

Besaran nilai bantuan DAK museum masing-masing museum berbeda-beda disesuaikan dengan tipologi museumnya.

Museum dengan tipe A mendapat kucuran dana lebih dari Rp 1 miliar, tipe B sebesar Rp 700 juta sampai Rp 800 juta dan tipe C sekitar Rp 450 juta.

Fitra mengungkapkan bantuan diberikan agar museum memiliki program yang menarik untuk bisa membuat masyarakat tertarik datang ke museum.***

 

Bagikan: