Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 26.4 ° C

Tersangka Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali Jalani Observasi Kejiwaan di RS Sartika Asih Bandung

Tim Pikiran Rakyat
PETUGAS  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 45 orang menderita luka-luka.*/ANTARA
PETUGAS Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 45 orang menderita luka-luka.*/ANTARA

MAJALENGKA, (PR).- Tersangka pada kasus kecelakaan lalu lintas di di ruas tol Cikampek-Palimanan Km 150+900, Amsor, menjalani observasi kejiwaannya selama dua minggu. Warga Sumber, Kabupaten Cirebon itu pun dirujuk ke RS Sartika Asih, Kota Bandung. Hal itu dilakukan karena RSUD Majalengka yang merawatnya sebelumnya tidak memiliki alat medis yang lengkap menyangkut tes kejiwaan.

Hal itu disampaikan Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono, Rabu, 26 Juni 2019, seperti dilaporkan Tati Purnawati untuk Kabar Cirebon. Pemindahan dilakukan setelah melihat kondisi kesehatan fisik yang bersangkutan dan berdasarkan keterangan dokter yang menanganinya. Kondisi Amsor dinyatakan sudah semakin membaik.

“Rabu, 26 Juni 2019 siang, ini, pasien akan kami rujuk ke RS Sartika Asih untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan selama kurang lebih dua minggu ke depan,” ungkap Mariyono.

Keberangkatannya ke RS dan selama menjalani perawatan di RS juga tetap mendapatkan pengamanan pihak kepolisian. Apalagi, karena ia sudah ditetapkan sebagai tersangka.

KAPOLRES Majalengka disertai sejumlah stafnya berada di ruang IGD RSUD Majalengka untuk memantau kondisi kesehatan Amsor (29) warga Cirebon yang menjadi tersangka kecelakaan bis di ruas TOl Cikampek-Palimanan km 150+900 pada 17 Juni 2019. Tersangka dipindahkan dari Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka, untuk memudahkan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, Senin, 24 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR

Kondisi fisik membaik, dilanjutkan observasi khusus kejiwaan

Sementara itu, Direktur RSUD Majalengka, Harizal, mengungkapkan, selama dua hari menjalani perawatan di RS Majalengka, kondisi pasien terus membaik. Hanya, menurut dia, untuk melakukan observasi kejiwaan, dibutuhkan penanganan secara khusus  serta ruang perawatan observasi secara khusus.

“Makanya, dia perlu dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter kejiwaan dan ruang  perawatan yang maksimal,” kata Harizal.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi pada Senin, 17 Juni 2019 sekitar jam 01.00 WIB dini hari tepatnya di KM 150+900 B tol Cipali. Kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun yaitu Bus Safari Dharmaraya H-1469-CB, Mitsubishi Expander, Toyota Innova B-168-DIL, dan Mitsubishi Truk R-1436-ZA.

Amsor adalah penumpang yang memicu terjadinya kecelakaan. Amsor melakukan penyerangan terhadap sopir yang mengakibatkan bus beralih ke jalur yang berlawanan sehingga terjadilah kecelakaan beruntun. Akibatnya, 12 orang meninggal dunia, 11 luka berat, dan 32 luka ringan.

Ia menyatakan kepada kepolisian bahwa ia menyerang sopir karena mendengar percakapan sopir dan kenek. Menurut dia, percakapan sopir dan kenek berkaitan dengan rencana pembunuhan dirinya. Ia pun langsung menyerang dan merebut kendali kemudi sampai akhirnya bus beralih ke jalur yang berlawanan sehingga terjadilah kecelakaan beruntun.***

Bagikan: