Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Resah Warga Cibarusah

Tommi Andryandy
WARGA terpaksa mengambil air dari sungai yang mulai mengering di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sejak sepekan terakhir, tiga desa di Cibarusah mengalami kekeringan.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
WARGA terpaksa mengambil air dari sungai yang mulai mengering di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sejak sepekan terakhir, tiga desa di Cibarusah mengalami kekeringan.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

BAGI warga Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, kekeringan menjadi bencana rutin yang selalu terjadi setiap tahun. Meski begitu, kekeringan hanya ditanggulangi secara instan dengan mengirim air menggunakan mobil tanki.

Malih (42), salah seorang warga Desa Ridhogalih mengaku, kekeringan sudah melanda lingkungan selama sepekan. Sumur bor yang digunakan sebagai sumber air sehari-hari mulai mengering. Akibatnya, Malih harus mengambil air di Kali Cihoe.

“Untung kalinya (Cihoe) ya enggak terlalu jauh, sekitar 200 meter. Tapi persoalannya kenapa harus setiap tahun begini. Harus angkut-angkut air buat isi bak di rumah,” ujar dia, Rabu, 26 Juni 2019. 

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Marda (29). Menurut dia, kran di rumahnya mulai mengering sejak Jumat, 21 Juni 2019. 

“Jadi awalnya air ngocornya kecil, saya sudah ada firasat pasti kering, nih. Eh bener pisan kering sampai sekarang,” kata dia.

Seperti halnya Malih, Marda pun terpaksa mengambil air di sungai di dekat rumahnya. “Kadang suka ada kiriman air tapi ya sama jauhnya. Kalau dibilang harusnya bukan dikirim air terus, tapi ada perbaikan gitu biar enggak gini mulu,” ucap dia.

Mobil tanki

Di Kabupaten Bekasi, kekeringan paling parah terjadi di tiga desa di Kecamatan Cibarusah, yakni Ridhomanah, Ridhogalih, dan Sirnajati.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya mengatakan, pihaknya telah mengirimkan bantuan melalui sejumlah mobil tanki.

“Ya kami sudah memberikan bantuan beberapa tanki untuk bantuan air bersih di Cibarusah. Terus kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kekeringan,” ujarnya.

Bantuan air bersih dikirim sejak Jumat lalu ke berbagai kampung di tiga desa tersebut. Setiap kampung dikirimi satu truk tanki berisi 5.000 liter air. Kendati demikian, bantuan air dianggap tidak maksimal karena setiap satu truk hanya mampu memenuhi kebutuhan 120 hingga 250 kepala keluarga.

Dataran tinggi

Cibarusah sebenarnya merupakan salah satu daerah dengan dataran paling tinggi di Kabupaten Bekasi. Letaknya di bagian selatan, berbatasan langsung dengan Jonggol, Kabupaten Bogor.

WARGA terpaksa mengambil air dari sungai yang mulai mengering di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sejak sepekan terakhir, tiga desa di Cibarusah mengalami kekeringan.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Pada 2017, ketiga desa itu pun mengalami kekeringan. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat, 2.659 kepala keluarga terdampak akibat kekeringan itu. Kondisi serupa terjadi pada 2018 dan tahun ini.

Namun, lagi-lagi penanggulangan yang dilakukan hanya bersifat instan yakni pengiriman air bersih. Hal tersebut pun diakui Sekretariat Daerah, Uju.

Uju mengakui, saat ini Pemkab Bekasi baru bisa menanggulangi bencana kekeringan dengan mengirimkan air bersih. Namun, bukan berarti tidak ada langkah lain yang dilakukan.

Menurut dia, sebelumnya Pemkab telah melakukan pengeboran untuk mencari sumber air baru di Cibarusah. Bahkan, pengeboran dilakukan dengan memanfaatkan citra satelit untuk menemukan sumber air.

Hanya saja, langkah itu tidak membuahkan hasil maksimal. Sumber air hanya ditemukan pada saat musim penghujan namun ketika memasuki musim kemarau, sumber air baru itu pun mengering.

“Karena memang kondisinya demikian, sulit mencari sumber air di Cibarusah meski lokasinya dataran tinggi. Air dari Sungai Cipamingkis pun tidak maksimal, karena kalau musim kemarau debitnya turun juga,” kata dia.

Kendati demikian, Uju menyatakan Pemkab Bekasi telah merencanakan pembangunan sejumlah embung di beberapa titik kekeringan. Embung tersebut dapat digunakan sebagai penampungan air pada musim hujan lalu menjadi sumber air pada kemarau.

“Embung itu sudah masuk ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan rencananya feasibilty study akan dilakukan tahun depan lalu fisiknya 2021,” ucap dia.***

Bagikan: