Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 20.3 ° C

Lelang Jabatan Harus Diperketat

Tommi Andryandy
FOTO ilustrasi ASN.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi ASN.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Lelang jabatan yang diwacanakan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengisi sejumlah posisi harus diperketat. Selain seleksi kemampuan, faktor kesehatan juga harus menjadi pertimbangan.

Pada lelang jabatan sebelumnya, terdapat pejabat yang akhirnya harus mengundurkan diri karena sakit. Padahal, pejabat tersebut dinyatakan lolos tes dan berhak mendapatkan promosi untuk menempati jabatan pimpinan dinas.

Hal tersebut diakui Asisten Daerah Bagian Umum Suhup saat ditemui, Kamis, 27 Juni 2019. “Memang evaluasi dari berbagai sisi harus dilakukan menyangkut lelang jabatan ini. Salah satunya kesehatan, meski memang tes kesehatan itu dilakukan oleh dokter yang pasti tidak akan berbohong pada hasil diagnosa,” ucapnya. 

Salah satu pejabat yang mengundurkan diri akibat gangguan kesehatan yakni Jaoharul Alam. Sebelumnya, mantan camat Tambun Selatan itu mengikuti lelang jabatan untuk posisi kepala Dinas Lingkungan Hidup hingga akhirnya terpilih. Akan tetapi, belum dua tahun menjabat, Jaoharul undur diri dari jabatan itu.

Lima posisi 

Saat ini, Pemkab Bekasi kembali merencanakan lelang jabatan untuk mengisi lima posisi kepala dinas atau setingkatnya. Kelima posisi itu yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, dan Kepala Satpol PP.

Diungkapkan Suhup, evaluasi akan dilakukan agar hal serupa tidak terulang. “Akan kami pastikan jika lelang jabatan nanti itu semuanya benar-benar sesuai, dan beberapa perbaikan dilakukan,” ucap Suhup, yang juga bertindak sebagai anggota Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat Kabupaten Bekasi.

Kabid Pengembangan ASN pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Bekasi, Agus Budiono mengatakan, proses lelang jabatan untuk lima posisi tersebut tengah dalam proses administrasi internal. Pihaknya tengah menyusun persyaratan serta profil yang dibutuhkan untuk pejabat di lima posisi itu. 

“Persyaratannya tengah disusun, kemudian profil panitia seleksinya pun sedang ditentukan. Karena kami pun harus punya kriteria pejabat seperti apa yang berhak menempati posisi ini dan itu. Nanti setelahnya baru disampaikan ke Komite ASN untuk dikaji kemudian dibuka pendaftaran,” katanya. 

Agus mengaku tidak bisa memprediksi kapan lelang jabatan akan dilaksanakan. Soalnya, penyusunan persyaratan dan administrasi harus dikonsultasikan dengan kepala daerah.

“Belum tahu bisa diajukan kapan ke Komite ASN, tapi kami berusaha dalam waktu dekat. Apabila nanti sudah dibuka, sudah ada kepastian kapan hasilnya. Biasanya setelah dibuka, dalam waktu satu setengah bulan sudah ada hasilnya dan bisa dilantik untuk langsung bekerja,” ucapnya.***

Bagikan: