Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Jelang Bebas Murni, Rachmat Yasin Hadapi Lagi Kasus Hukum

Irwan Natsir
RACHMAT Yasin (kiri), adiknya yang juga Bupati Bogor saat ini Ade Yasin (tengah berkerudung), dan istrinya Elly Rachmat Yasin (kanan berkerudung) pada acara tasyakuran Rabu, 8 Mei 2019, dalam penyambutan Rachmat Yasin dari LP Sukamiskin untuk menjalani cuti menjelang bebas Juli 2019.*/IRWAN NATSIR/PR
RACHMAT Yasin (kiri), adiknya yang juga Bupati Bogor saat ini Ade Yasin (tengah berkerudung), dan istrinya Elly Rachmat Yasin (kanan berkerudung) pada acara tasyakuran Rabu, 8 Mei 2019, dalam penyambutan Rachmat Yasin dari LP Sukamiskin untuk menjalani cuti menjelang bebas Juli 2019.*/IRWAN NATSIR/PR

BULAN puasa dan Idulfitri 1440 H adalah hari yang penuh sukacita bagi Rachmat Yasin, mantan Bupati Bogor periode 2008-2013, karena sudah hampir lima tahun tidak pernah menjalani ibadah puasa dan merayakan Idulfitri bersama keluarga di kediamannya di Darmaga, Kabupaten Bogor. Karena, ia menjalani hukuman penjara 5 tahun 6 bulan di LP Sukamiskin, Kota Bandung karena tersandung kasus pemberian izin alih fungsi lahan kepada PT Bukit Jonggol Asri.

Sejak 8 Mei 2019, Rachmat Yasin memperoleh Cuti Menjelang Bebas (CMB) sehingga bisa keluar dari LP Sukamiskin pulang ke kediamannya di Bogor. Sejak keluar dari pintu LP Sukamiskin, ia tak henti henti menyampaikan rasa syukur dengan melakukan sujud syukur di halaman LP Sukamiskin. Pihak keluarga menyambutnya dan langsung berangkat ke Bogor.

Di kediamannya sejak pagi sudah banyak tamu dari berbagai kalangan yang menunggu kedatangan Rachmat Yasin. Bahkan, acara penyambutan yang digelar dalam bentuk acara buka bersama di pelataran halaman belakang rumahnya, dipenuhi para tokoh agama, tokoh masyarakat dberbagai kalangan lainnya.

Menangapi sambutan masyarakat tersebut,  ia mengatakan, kekuatan selama ini tidak terlepas dari doa dari orang tua dan masyarakat  "Ini suatu kebahagiaan bagi saya dan keluarga. Ini hari bersejarah setelah cuti panjang. Hari ini belum bebas murni melainkan cuti menjelang bebas. Alhamdulillah Ramadan bisa dengan keluarga," kata Rachmat Yasin pada waktu itu.

Hampir satu jam menjelang buka puasa, ia menyampaikan pidato. Terkait cuti menjelang bebas yang akan dijalani diperkirakan akan berakhir pada Juli ini, karena bulan Juli akan menerima putusan bebas murni.

Bagi Rachmat Yasin yang hadir kembali ke tengah masyarakat setelah 5 tahun 6 bulan menjalani hukuman penjara, tampak sekali raut wajah sukacita. Selain bisa berkumpul dengan keluarga menjalani ibadah puasa dan Idul Fitri, hal lain yang membuat dia tampak bahagia yakni keluar dari LP mendapatkan kondisi keluarganya sukses dalam karir politik.

Adiknya, Ade Yasin sukses dalam pemilihan Bupati Bogor sehingga terpilih menjadi Bupati Bogor 2018-2023 berpasangan dengan Iwan Setiawan, kader Partai Gerindra. Sehinga dalam berpidato yang dihadiri oleh Ade Yasin dan Iwan Setyawan, Rachmat Yasin agak canggung memanggil adiknya dengan sebutan Ibu Bupati.

Kebahagiaan yang tak ternilai menyangkut isterinya Elly Rachmat Yasin dengan lolos terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bogor pada pemilihan umum legislatif 2019. Elly yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor tersebut meraup suara terbanyak dari caleg PPP dan akan duduk di Senayan.

Selanjutnya, kebahagiaan bagi Rachmat Yasin semakin lengkap adiknya bernama Zainul Mutaqien juga kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Bogor dalam pemilu pileg 2019, meski  sebelumnya gagal dalam pemilihan wali kota Bogor sebagai calon wakil walikota yang berpasangan dengan Achmad Ru’yat dari PKS.

Selain pancaran sukacita dari kesuksesan keluarga dalam karir politik, juga begitu tingginya perhatian berbagai kalangan terhadap Rachmat Yasin belum berkurang. Selain acara syukuran dihadiri berbagai tokoh masyarakat dan ulama, sejak menjalani cuti menjelang bebas, hampir saban hari ia kedatangan tamu dan menghadiri berbagai acara.

Menurut Bupati  Ade Yasin, tingginya sambutan masyarakat terhadap Rachmat Yasin adalah cermin bagaimana ia dicintai rakyat. "Dicintai oleh rakyat itulah capaian tertinggi pemimpin. Itulah pencapaian Rachmat Yasin dalam karirnya," kata Ade Yasin memberikan komentar.

Terkait pengalaman masa lalu menjalani hukuman penjara karena tersandung kasus tindak pidana korupsi, kata Rachmat Yasin hal tersebut harus dijadikan pelajaran dan jangan sampai terjadi kepada bupati dan wakil Bupati saat ini. "Mudah mudahan dengan saya pulang jadi cermin untuk hati hati sebagai pemimpin. Karena pemimpin harus berbagai pertimbangan dalam mengambil keputusan," katanya.

Dengan masih tingginya sambutan masyarakat terhadapnya, mantan Ketua DPW PPP Jawa Barat itu digadang-gadang setelah bebas murni akan kembali terjun ke dunia politik termasuk kemungkinan akan kembali ke jabatan sebelumnya yakni sebagai bupati. Namun ia memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Bogor. "Ada yang menafsirkan Pak RY balik deui arep jadi bupati, Demi Allah saya tidak akan pernah kembali jadi Bupati Bogor," ujarnya dalam acara tasyakuran.

Saat ini, ia mengaku akan fokus memotivasi adik pertamanya, Ade Yasin yang menjabat sebagai Bupati Bogor. Kemudian, ia juga mengaku tak sungkan untuk mendukung siapapun menjadi bupati asalkan memiliki komitmen. "Cukup saya memotivasi adik saya ataupun yang lain, asal membangun komitmen ke arah yang positif untuk membangun Kabupaten Bogor. Siapa pun akan kami dukung," kata Rachmat Yasin.

Dalam menjalani cuti menjelang bebas, ia mengisi kegiatannya selain bersilaturrahmi dengan berbagai kalangan, ia juga aktif berkantor di gedung RY Center di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong. Gedung RY Center ini bersebelahan dengan kantor DPC PPP dan menjadi pusat kegiatan selama ini. “Saya akan berkantor di RY Center,” katanya.

RY Center adalah lembaga yang didirikannya untuk menopang kegiatan politiknya. Lembaga ini aktif menjadi tim pemenangan Rachmat Yasin ketika pencalonan kedua kali sebagai bupati Bogor periode 2013-2018.

Disaat merasakan sukacita selama menjalani cuti menjelang bebas, bahkan beberapa waktu lagi akan menerika putusan bebas murni, pada Selasa, 25 Juni 2019 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan RY sebagai tersangka dalam kasus menyunat anggaran SKPD senilai Rp 8,9 miliar. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi 20 hektare lahan dan Toyota Vellfire.

Tampaknya setelah nanti bebas murni dalam menjalani hukuman kasus pertama yang dialamatkan kepada Rachmat Yasin, maka sudah menunggu proses hukum dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kedua yang dituduhkan oleh lembaga anti rasuah itu.

Sebelum tersandung kasus hukum, karir politik Rachmat Yasin terbilang moncer diawali dengan menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor, naik kelas kemudian jadi Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2003-2008. Selanjutnya berpasangan dengan Karyawan Faturrachman dari PDI Perjuangan berhasil memenangkan pilkada bupati 2008-2013.

Kesuksesan jadi orang pertama di Kabupaten Bogor berlanjut untuk periode kedua berpasangan dengan Nurhayanti, seorang birokrat menjadi bupati periode 2013-2018. Namun, tahun 2014 ia terkena kasus hukum dan berhenti sebagai bupati.

Sementara dalam karir partai politik juga cemerlang. Setelah menjadi Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor beberapa periode, ia terpilih sebagai Ketua DPW PPP Jabar dalam musyawarah wilayah (muswil) 24 Februari 2011 di kota Cirebon. Jabatan ketua DPW dipegangnya sampai menjalani hukuman tahun 2014.***

Bagikan: