Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 20 ° C

Baru Saja Keluar Penjara, Rachmat Yasin Kembali Jadi Tersangka KPK

Yusuf Wijanarko
Rachmat Yasin.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Rachmat Yasin.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali menetapkan mantan bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka pengembangan perkara suap rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor Tahun 2014.

KPK juga menetapkan Rachmat Yasin sebagai tersangka penerimaan gratifikasi. Dalam pengembangan perkara kali ini, KPK menemukan masih ada sejumlah pemberian lain yang diduga diterima Rachmat Yasin.

"Sehingga untuk memaksimalkan asset recovery, KPK melakukan penyelidikan dan saat ini, setelah terdapat bukti permulaan yang cukup, KPK membuka penyidikan baru. Dalam proses penyidikan ini, KPK menetapkan RY (Rachmat Yasin), bupati Bogor periode 2008-2014 sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa 25 Juni 2019.

Rachmat Rachmat Yasin diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) senilai Rp 8.931.326.223.

"Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014," ujar Febri seperti dilaporkan Antara.

Tanah dan mobil

Selain itu, Rachmat Yasin juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta.

"Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat tiga hari kerja," kata Febri.

Rachmat Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya dalam pokok perkara yang diawali tangkap tangan pada 7 Mei 2014, KPK telah memproses empat tersangka yaitu FX Yohan Yap (swasta), Rachmat Yasin (bupati Bogor 2009-2014), M Zairin (kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor) dan Kwee Cahyadi Kumala (Komisaris Utama PT Jonggol Asri dan Presiden Direktur PT Sentul City).

Empat orang tersebut telah divonis bersalah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di PN Jakarta Pusat dan telah selesai menjalani hukuman.

Rachmat Yasin baru saja bebas pada 8 Mei 2019 setelah menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung.

Rachmat Yasin saat itu divonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta karena menerima suap senilai Rp 4,5 miliar guna memuluskan rekomendasi surat tukar-menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare.***

Bagikan: