Pikiran Rakyat
USD Jual 14.014,00 Beli 14.112,00 | Langit umumnya cerah, 18.5 ° C

Tersangka Pelaku Tabrakan Beruntun di Tol Cipali Dipindahkan ke RSUD Majalengka

Tati Purnawati
KAPOLRES Majalengka disertai sejumlah stafnya berada di ruang IGD RSUD Majalengka untuk memantau kondisi kesehatan Amsor (29) warga Cirebon yang menjadi tersangka kecelakaan bis di ruas TOl Cikampek-Palimanan km 150+900 pada 17 Juni 2019. Tersangka dipindahkan dari Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka, untuk memudahkan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, Senin, 24 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR
KAPOLRES Majalengka disertai sejumlah stafnya berada di ruang IGD RSUD Majalengka untuk memantau kondisi kesehatan Amsor (29) warga Cirebon yang menjadi tersangka kecelakaan bis di ruas TOl Cikampek-Palimanan km 150+900 pada 17 Juni 2019. Tersangka dipindahkan dari Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka, untuk memudahkan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, Senin, 24 Juni 2019.*/TATI PURNAWATI/PR

MAJALENGKA,(PR).- Polres Majalengka memindahkan Amsor (29), tersangka penyerangan sopir bus Safari, dari Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka, untuk memudahkan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, Senin, 24 Juni 2019.

Tersangka tiba di RSUD Majalengka sekitar pukul 12.30 WIB menggunakan ambulans dengan dikawal anggota kepolisian yang ditugaskan khusus menjaganya selama di RS Mitra Plumbon. Sebelum masuk ruang perawatan terlebih dulu dibawa ke ruang Instalasi Gawat Darurat untuk mengecek kondisis kesehatan pascadibawa dari RS Plumbon, sekaligus mengurus administrasi perawatan dan ruangan yang akan ditempatinya.

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono yang memantau langsung ke RSUD Majalengka mengungkapkan, pemindahan pasien Amsor dari RS Mitra Plumbon ke RSUD Majalengka untuk memudahkan pemantauan kondisi kesehatan serta pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Bersyukur saat ini kondisi tersangka sudah mulai membaik dan bahkan dalam keadaan cukup stabil. Malah tadi saya berkomunikasi dengannya menanyakan kondisi kesehatan serta beberapa hal, dari jawabannya yang bersangkutan dalam keadaan sadar dan menjawab beberapa pertanyaan dengan lancar,“ ungkap Mariyono.

Di rumah sakit, Polres Majalengka menempatkan dua orang staf untuk menjaga Amsor selama 24 jam. Karena yang bersangkutan kini dalam penanganan pihak penyidik terkait statusnya yang sudah menjadi tersangka. Sehingga keberadaanya sepenuhnya diawasi dan menjadi tanggungjawab kepolisian.

Pada Selasa, 25 Juni 2019, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dokter jiwa untuk melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan yang bersangkutan, guna memastikan apakah yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan atau tidak, ini akan berkorelasi dengan penanganan kasus yang dilakukannya. “Untuk pemeriksaan kejiwaan rencananya besok (Selasa) oleh dokter jiwa,” kata Mariyono.

Sementara itu, dokter RSUD Majalengka yang menangani paeisn tersangka Amsor, dr. Putri Rizky mengatakan kondisi Amsor secara umum saat ini sudah stabil namun dia masih harus menjalani rawat inap. "Hasil pemeriksaan kami, bahwa kondisi Amsor masih ada luka bekas operasi dibagian lengan kiri, namun, kondisi paru-parunya sudah bagus. Jadi secara keseluruhan kondisinya sudah stabil," ungkap Putri Rizky.

Sepeti diketahui, Amsor adalah salah satu penumpang bus PO Safari yang mengalami kecelakaan di ruas tol Cikampek-Palimanan tepatnya di km  150+900 wilayah Kertajati pada Senin, 17 Juni 2019, dini hari yang mengakibatkan 12 orang tewas, dan 11 orang luka berat yang hingga kini masih menjalani perawatan di dua Rumah Sakit Mitra Plumbon dan RS Cideres. Dia ditetapkan menjadi tersangka setelah pihak kepolsian melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara serta meminta keterangan saksi dari beberapa penumpang bis yang selamat.

Amsor berupaya merebut kendali bis dari pengemudi dan menginjak rem hingga laju kendaraan oleng kemudian melaju ke jalur lawan hingga akhirnya terjadi tabrakan dengan dua kendaraan inova serta expander. Atas perbuatannya tersangka Amsor dijerat dengan  Pasal  338 atau Pasal 359 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan atau 5 tahun penjara.***

Bagikan: