Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Polisi Jual Beras dan Minyak Goreng Lebih Murah 50 Persen

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH warga tengah menunggu  pembukaan bazar murah yang disediakan Polres Majalengka di alun-alun kota Majalengka.*/TATI PURNAWATI/KABAR PRIANGAN
SEJUMLAH warga tengah menunggu pembukaan bazar murah yang disediakan Polres Majalengka di alun-alun kota Majalengka.*/TATI PURNAWATI/KABAR PRIANGAN

MAJALENGKA,(PR).- Pengunjung car free day serbu bazar murah yang disediakan sejumlah stan Kepolisian di Alun-alun Kota Majalengka yang menyediakan sejumlah kebutuhan bahan pokok, dengan harga jual lebih murah hingga 50 persenan, Minggu 23 Juni 2019.

Karena membeludaknya pembeli sedangkan ketersediaan barang terbatas, akhirnya banyak masyarakat yang terpaksa tidak mendapatkan barang yang diharapkannya dan kembali dengan tangan hampa.

Pada bazar  yang disediakan setiap Mapolsek tersebut, harga minyak goreng dijual dengan harga Rp 5.000 per kg, demikian juga dengan harga beras yang dikemas masing-masing 1 kg dan 2 kg, serta telur yang juga dijual seharga Rp 5.000 per setengah kg atau 10.000 untuk  1 kg.

Para pembeli sudah antre sebelum stan dibuka karena khawatir mereka kehabisan barang. Yang semula akan ditukar dengan menggunakan tiket pun akhirnya dibebaskan karena situasi yang tidak memungkinkan.

Wartawan Kabar Cirebon, Tati Purnawati melaporkan, karena pembeli banyak dan ketersediaan barang terbatas, pembelian pun akhirnya dibatasi setiap orang hanya 2 kg minyak goreng serta beras 4 kg. Itupun tetap banyak masyarakat yang tidak kebagian barang.

Aia warga Kelurahan Majalengka Wetan yang datang ke lokasi bazar mengatakan, sedianya dia akan membeli beberapa kilogram minyak goreng untuk persediaan di rtumahnya. Namun ternyata dia jutru tidak mendapatkan barang yang diinginkannya karena pembeli lain sudah lebih dulu berada di depan stan untuk membeli barang.

“Di satu stan minyak goreng hanya ada beberapa bungkus saja, jumlahnya tidak lebih dari 15 kg. Sementara yang daftar untuk membeli barang banyak. “ ungkap Aia yang kembali tanpa membawa barang.

Sementara Oyah dan Cicih mengaku membeli masing-masing 4 kg beras dan 0,5 kg telur, karena hanya itu yang dia bisa beli. Semula mereka akan membeli beras hingga 10 kg, namun tidak bisa karena tidak diperkenankan penjaga stan.

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono mengungkapkan, bazar murah sengaja disediakan untuk membantu masyarajat di tengah harga barang yang tinggi.  Kepolisian berupaya mensubsidi harga-harga tersebut agar masyarakan bisa menikmati harga rendah.***

Bagikan: