Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Kemarau, Desa-desa Langganan Krisis Air Bersih Kembali Kesulitan

Nuryaman
ILUSTRASI krisis air bersih.*/ANTARA
ILUSTRASI krisis air bersih.*/ANTARA

KUNINGAN, (PR).- Bila kemarau berlanjut tanpa diselingi hujan hingga dua tiga bulan ke depan, masyarakat di permukiman yang dilanda kesulitan air bersih pada kemarau 2018 diprediksi pada musim kemarau ini berpotensi kembali didera masalah yang sama. Pasalnya, permukiman-permukiman penduduk terkena krisis air bersih pada 2018, hingga saat ini belum terfasilitasi sumber air bersih baru yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya di musim kemarau.

Prediksi tersebut dikemukakan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan Ayip Sutrisno. Ia menanggapi pertanyaan “PR” terkait masalah krisis air bersih yang hampir setiap musim kemarau melanda sejumlah permukiman penduduk di Kabupaten Kuningan.

“Kalau sampai sekarang permukiman-permukiman penduduk yang kemarau tahun kemarin dilanda kesulitan air bersih belum memiliki fasilitas sumber air baru, besar kemungkinan pada musim kemarau sekarang bakal kembali mengalami hal serupa. Namun itu pun tergantung berapa lama kemaraunya,” ujar Ayip Sutrisno, Senin, 24 Juni 2019.

Dia memperkirakan, kebutuhan air bersih warga di permukiman-permukiman langganan krisis air bersih hingga bulan Juli atau awal Agustus masih bisa terpenuhi dari sumber-sumber air bersih yang ada.

Ayip menyebutkan, jika pada musim kemarau ini kembali terjadi kasus krisis air bersih melanda lingkungan-lingkungan permukiman penduduk, BPBD Kuningan akan melakukan penanggulangan darurat. Misalnya dengan pengiriman air bersih secara terjadwal bekerjasama dengan perusahaan daerah air minum serta memohon bantuan swasta.

“Untuk itu, kami BPBD Kuningan pun akhir-akhir ini sudah melakukan koordinasi dengan PDAM Kuningan juga dengan beberapa perusahaan air bersih. Selain itu belakangan ini kami pun sudah mulai melakukan monitoring (memonitor-red) ke permukiman-permukiman yang dinilai berpotensi mengalami krisis air bersih di musim kemarau, termasuk juga memantau kawasan-kawasan hutan rawan terbakar di musim kemarau,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan catatan “PR” dan data dari BPBD Kuningan, pada musim kemarau tahun 2018 di Kabupaten Kuningan terdapat sedikitnya 16 dusun dilanda kesulitan air bersih dan sempat mendapat bantuan kiriman air bersih dari beberapa pihak.

Belasan dusun dilanda masalah tersebut tersebar di tujuh desa, di empat wilayah kecamatan. Terdiri atas di Desa Cihanjaro, Simpayjaya, dan Desa Cimahi, serta tujuh dusun di Desa Sukarasa, Kecamatan Darma.***

Bagikan: