Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

Korban Terkaman Macan Kumbang Butuh Dana Penyembuhan

Tim Pikiran Rakyat
KONDISI korban terkaman macan Kumbang yang luka bagian muka dan kepala belakang.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA
KONDISI korban terkaman macan Kumbang yang luka bagian muka dan kepala belakang.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA

SUBANG, (PR).- Penemuan dan penangkapan macam kumbang atau panther pardus mellas yang masuk ke perkampungan Cimalimping, Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang,Subang, beberapa waktu lalu mendapat desakan dari para pecinta lingkungan dan hewan langka untuk segera dilepasliarkan ke habitatnya. 

Selain itu juga, Ketua Yayasan Sagunung Samaung, Iis Rochati didampingi Sekretarisnya, Khalifatunnisa meminta para dermawan untuk membantu, Juju warga yang menjadi korban terkaman macan kumbang. Sebab, korban masih perlu perawatan, sementara kondisi khidupannya pun pas-pasan.

“Ya kami sudah melayangkan surat resmi ke BBKSDA untuk segera melepasliarkan macan kumbang yang diberi nama Slamet Romadhon kalau oleh dokter hewan dinyatan sembuh. Sementara Juju korban yang tinggal di Kampung Cikaramas Desa Cikaramas Kec. Cikaramas Kab. Sumedang memerlukan bantuan. Dia masih perlu perawatan dan butuh biaya,“ ungkap Iis saat ditemui di Sekretariatnya di Curugrendeng, Jalancagak, Jumat 21 Juni 2019.

Dijelaskan, dirinya yang mengetahui adanya macan turun gunung dari laporan warga dan Babinsa TNI AD serta Babinkamtibmas Desa SindangSari yang dteruskan kepada pihak BBKSDA  akhirnya brhasil dievakuasi dan penyelamatan macan kumbang serta dikirim ke Kebun Binatang Bandung.

Dengan adanya kejadian ini, apalagi sempat terjadi konflik dengan warga, harus menjadi perhatian bersama terutama mengawal proses keselamatan warga masyarakat sekitar hutan terutama yang menjadi korban cakaran. 

“Kami sebagai kader konservasi juga merasa prihatin sehingga diperlukan sosialisai tentang perturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hutan, lingkungan hidup dan jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi terhadap masyarakat,“ katanya kepada wartawan Galamedia, Dally Kardilan.

Selain itu melakukan penentuan Tim kerja dan kajian singkat untuk menentukan lokasi yang dianggap cocok untuk pelepasliaran macan Kumbang tersebut yang melibatkan para pegiat lingkungan hidup dan pemerhati satwa yang dilindungi. “Kalau memungkinkan di wilayah Gunung Tangkuban Perahu lagi, tetapi kalaupun tidak di daerah yang aman dan masih ada komunitasnya,“ pungkas Iis.

Sedangkan bantuan yang diharapkan untuk kesembuhan korban cakaran dan terkaman macan yang kaget, pihak Yayasan sudah berupaya terus dengan membuka rekening khusus dan hingga saat ini masih minim. Beberapa hari yang lalu ada bantuan yang diserahkan dari perwakilan BBKSDA Jabar melalui Seksi IV Wilayah Purwasuka.***

Bagikan: