Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Cerah berawan, 28.1 ° C

Nilai Investasi di Jawa Barat Terbesar di Indonesia

Dodo Rihanto
PEMBANGUNAN Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah terowongan atau Tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati berhasil ditembus.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
PEMBANGUNAN Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah terowongan atau Tunnel Walini di kawasan Perkebunan Maswati berhasil ditembus.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

KARAWANG, (PR).- Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Barat selalu menjadi destinasi pertama di Indonesia dalam urusan investasi. Pada 2018, invenstasi yang masuk ke Jabar mencapai 300 juta dolar.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai mengikuti acara Seremoni Groundbreaking Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPAL) dan pembangunan 6 pabrik di Kawasan Industeri Karawang New Industry City (KNIC), Kamis 20 Juni 2019.

"Investasi yang masuk ke Jabar terbesar di Indonesia, kemudian Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah," kata Ridwan Kamil.

Menurut dia, investor tertarik berinvestasi di Jawa Barat karena lokasinya yang paling dekat dengan Jakarta. Selain itu, infrastrukturnya paling siap kerena di Jawa Barat terdapat Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban yang saat ini sedang dibangun.

"Dibandingkan provinsi lain, Jawa Barat calon provinsi paling maju. Kami harap media memberitakan hal yang postif mengenai hal ini. Sebab, biasanya investor bakal berdatangan kalau beritanya positif," katanya.

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil/DODO RIHANTO/PR

Di tempat yang sama, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyebut, KNIC merupakan kawasan industri baru di Karawang. Letak KNIC tersambung dengan kawasan industri yang telah ada sebelumnya yakni Karawang International Industerian City (KIIC).

Luas KNIC mencapai 204,8 hektare dan saat ini sudah terdapat enam perusahaan yang siap membangun pabrik di KNIC.

Keenam perusahaan itu terdiri atas empat perusahaan Tiongkok, satu dari Jepang, dan satu lagi perusahaan Indonsia.

Pada tahap awal, enam perusahaan yang membangun tenant di KNIC adalah PT Wonferfuk Food International (Tiongkok), PT Binamitra Kwatasedaya (Indonesia), PT Ikimura Indotooka Centre (Jepang), PT Wook Global Technology (Tiongkok), PT  Brightgene Biomedical Indonesia (Taiwan dan Indonesia), serta PT Ruiyuan (Tiongkok).

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor seperti pembuatan permen, komponen otomotif, e-commerce, bio-medis, dan rekayasa konstruksi serta pengembang real estate.***

Bagikan: