Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya berawan, 17.5 ° C

Waduk Jatiluhur di Purwakarta Akan Punya Hotel Terapung dan Wisata Kelas Dunia

Hilmi Abdul Halim
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil berfoto di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Rabu 19 Juni 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil berfoto di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Rabu 19 Juni 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Waduk Jatiluhur di Purwakarta akan memiliki hotel terapung dan kawasan pariwisata air bertaraf internasional. Rencana itu masuk dalam 30 proyek pengembangan pariwisata Jawa Barat senilai Rp 500 miliar lebih.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan hal itu setelah meninjau Waduk Jatiluhur bersama seluruh pemangku kebijakan terkait. "Maunya seperti di mana, pasti bisa kami bawa ke sini. Salah satu yang akan menarik adalah bikin hotel terapung seperti di Maldives (Maladewa)," katanya, Rabu 19 Juni 2019.

Ridwan Kamil juga menginginkan agar bangunan rumah makan dan penginapan di sekitar bendungan ditata lebih menarik dari sebelumnya. Ridwan Kamil menilai sektor pariwisata di sana belum optimal menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah karena belum tertata maksimal.

WADUK Jatiluhur/YUSUF WIJANARKO/PR

Selain dibiayai pemerintah, program pengembangan tersebut juga diarahkan untuk menggunakan investasi dari dalam maupun luar negeri. Menurut Ridwan Kamil, investasi penting karena merupakan mesin pertumbuhan ekonomi daerah yang akan menyerap tenaga kerja.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak bersikap proaktif terhadap para investor. "Investasi itu datang kalau kita proaktif memberikan kenyamanan, memberikan kepastian. Di sini dibutuhkan kekompakan korporasinya (Perum Jasa Tirta) dan wilayahnya (Pemerintah Kabupaten Purwakarta)," tuturnya.

Pergerakan awal

Dalam jangka pendek, pengelola bendungan dari Perum Jasa Tirta II terlebih dulu akan mempromosikan kembali potensi pariwisata dan investasi melalui kegiatan bertaraf internasional.

Promosi itu antara lain dengan menggelar kompetisi paddle board pada 13-14 Juli 2019 hingga festival musik jazz internasional pada September 2019.

Sementara rancangan pengembangan kawasan wisatanya akan disiapkan pemerintah provinsi. Tahap pembuatan detail engineering design (DED) untuk pembangunan sarana dan prasarana ditargetkan selesai bersamaan dengan program jangka pendek bulan depan.

Sementara itu, Direktur Utama PJT II Saefudin Noer berencana mengoptimalkan potensi lahan milik perusahaan.

"Ini jadi momen yang sangat positif karena di tengah kami menyiapkan Rencana Jangka Panjang Pembangunan, Pak Gubernur juga memiliki konsep Jabar Juara yang salah satunya adalah pariwisata," tuturnya.

RJPP perusahaan ditargetkan selesai pada September 2019. Artinya, anggaran perusahaan yang dibutuhkan untuk program pengembangan pariwisata baru bisa diketahui saat itu. Termasuk kerja sama yang akan ditawarkan kepada pemerintah daerah maupun provinsi.

Waduk Jatiluhur disebut-sebut sebagai salah satu bendungan terbesar di Asia dengan luas mencapai 8.300 hektare. Bendungan tersebut dibangun pada 1957 oleh kontraktor asal Prancis, Compagnie française d'entreprise sebagai sarana pembangkit listrik tenaga air dan penyuplai air baku dan pengairan lahan pertanian di beberapa daerah sekitarnya.

Penataan kali ini ditargetkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Purwakarta hingga lima kali lipat dari sebelumnya.

Karena itu, Waduk Ir. H. Juanda itu juga disebut sebagai Spesial Economic Zone (SEZ) atau Kawasan Ekonomi Khusus oleh Ridwan Kamil.***

Bagikan: