Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Tiga Oknum Guru Cabul Terancam 15 Tahun Penjara

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi pencabulan.*/DOK. PRFM
FOTO ilustrasi pencabulan.*/DOK. PRFM

SERANG, (KB).- Tiga oknum guru SMP di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, diancam 15 tahun kurungan penjara atas dugaan pencabulan terhadap tiga murid perempuan di sekolah tersebut. Ketiga guru itu, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian pasca ditangkap pada Selasa dini hari 18 juni 2019.

“Betul, pelakunya sudah kami amankan. Sekarang kasusnya masih dalam pengembangan, karena laporannya bukan cuma satu. Jadi, masih kami dalami,” kata Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan kepada Rifat Alhamidi, wartawan,Kabar Banten, Rabu 19 Juni 2019.

Kasus dugaan pencabulan ini terungkap setelah salah satu orang tua korban melaporkan seorang guru ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang pada 11 Juni 2019. Kemudian pada 17 Juni, dua korban lainnya ikut melaporkan dua guru lain di sekolah yang sama.

Dalam aduannya, mereka melaporkan aksi bejat OM, DA dan AS yang terjadi pada 15 Maret 2019 sekitar pukul 10.00, atau saat jam istirahat sekolah. Bermula saat korban B (nama samaran) diajak dua temannya Adan C  untuk jajan di kantin sekolah.

Namun dalam perjalanan, A dan C malah masuk ke dalam ruangan laboratorium komputer dan mengajak B. Di dalam sana, ketiga guru ini sudah menunggu kehadiran  para anak didiknya tersebut.

“Sementara ini, keterangan dari para pelaku masih kami kembangkan. Termasuk mencari detail TKP-nya di mana, modusnya seperti apa, itu masih dalami. Sampai saat ini, baru itu saja yang bisa kami sampaikan,” ujar Indra.

Sebelum melakukan persetubuhan dengan anak didiknya sendiri, tiga orang guru tersebut berpura-pura membahas persoalan mata pelajaran untuk mengalihkan kecurigaan mereka. Namun setelah beberapa menit berbincang, A diajak pelaku DA mencari posisi untuk melakukan persetubuhan.

Begitu pula dengan C, dia diajak AS mencari tempat melakukan hubungan seksual di dalam laboratorium komputer. Sementara B, meski sempat menolak ajakan OM, namun pelaku memaksa korban dengan cara menarik tangan dan memaksa membuka pakaian dalam Bunga hingga terjadi persetubuhan.

Setelah kejadian itu, B melarikan diri kabur dari dalam Laboratorium Komputer. Setelah beberapa lama kejadian itu, B diduga hamil, dan kasus itu kemudian diketahui orangtuanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya, ketiga oknum guru SMP tersebut diancam Pasal 81 Ayat 1, 2 dan 3 Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara.***

 

Bagikan: