Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 30.7 ° C

Peminat PPDB Jalur Hafiz Masih Minim

Riesty Yusnilaningsih
CALON siswa pendaftar jalur hafiz membaca Alquran di SDN Margahayu Kota Bekasi yang menjadi lokasi verifikasi dan tes, Rabu, 19 Juni 2019. Pendaftar PPDB SMP melalui jalur tahfidz masih minim hingga sehari jelang penutupan.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
CALON siswa pendaftar jalur hafiz membaca Alquran di SDN Margahayu Kota Bekasi yang menjadi lokasi verifikasi dan tes, Rabu, 19 Juni 2019. Pendaftar PPDB SMP melalui jalur tahfidz masih minim hingga sehari jelang penutupan.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Peminat Pendaftaran Peserta Didik Baru tingkat SMP melalui jalur hafiz atau penghafal Alquran masih minim peminat. Hingga hari ketiga masa prapendaftaran, Rabu, 19 Juni 2019, tak sampai 30 pendaftar yang memanfaatkan jalur ini.

"Pada hari pertama ada tujuh pendaftar, lalu delapan pendaftar lain datang hari Selasa. Sementara hari ini 14 pendaftar," kata penanggung jawab verifikasi jalur hafiz Anharudin di lokasi seleksi SDN Margahayu V Kota Bekasi.

Jalur hafiz memang baru pertama kali dibuka Dinas Pendidikan Kota Bekasi pada PPDB SMP tahun ini. Kuota yang disiapkan untuk jalur ini sebanyak dua persen dari total daya tampung di masing-masing sekolah.

"Keuntungan bagi yang memanfaatkan jalur tahfiz Alquran ini, meski kuota sedikit, tapi bisa mendaftar ke SMP negeri mana pun tanpa harus mempertimbangkan jarak sekolah dengan rumah layaknya jalur zonasi," kata Anhar.

Kesempatan pendaftar jalur tahfidz Alquran diterima di SMP negeri pun terbilang besar karena peminatnya masih lebih sedikit dari kuota yang tersedia.

"Selama jeli menentukan pilihan, tidak semua pendaftar bertumpuk di sekolah tujuan yang sama, kemungkinan peluang diterimanya besar," katanya.

MEMBACA Al Quran.*/REUTERS

Meski demikian tidak berarti para pendaftar jalur hafiz bisa otomatis diterima. Verifikasi penguasaan hapalan Alquran pendaftar tetap diuji oleh petugas dari Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi.

"Jadi pendaftar yang harus merupakan warga Kota Bekasi dibuktikan melalui kartu keluarga atau lulusan sekolah di Kota Bekasi yang ditunjukan melalui ijazah atau surat kelulusan datang membawa syarat-syarat tersebut berikut dokumen atau piagam pernyataan dari sekolah yang menerangkan sejauh mana penguasaan hapalan calon siswa," katanya.

Tes dilakukan secara acak perihal surat yang diujikan sesuai juz yang dikuasai pendaftar. Penguji akan memberikan skor, lalu petugas dari Dinas Pendidikan akan menerbitkan token untuk keperluan calon siswa mendaftar secara daring pada 1-3 Juli 2019.

"Sejauh ini pendaftar yang hadir kebanyakan menguasai satu juz, yakni juz 30. Sesuai Perwal PPDB, peserta yang menguasai satu sampai sepuluh juz mendapat tambahan skor 100. Makin banyak juz yang dihapal, tentu semakin besar tambahan skor yang diperoleh," katanya.***

Bagikan: