Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

"Menteri Perindustrian" Pengikut Sensen Komara di Garut Jadi Tersangka Penistaan Agama

Tim Pikiran Rakyat
TERSANGKA kasus penistaan agama dan makar, Hamdani di Mapolres Garut, Selasa 18 Juni 2019./AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
TERSANGKA kasus penistaan agama dan makar, Hamdani di Mapolres Garut, Selasa 18 Juni 2019./AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

HAMDANI, warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Garut yang saat ini telah ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama dan makar, ternyata mempunyai jabatan penting dalam negara yang dibentuk oleh Sensen Komara. Pria berusia 48 tahun itu mengklaim dirinya sebagai Menteri Perindustrian.

Jabatan tersebut, menurut Hamdani, diberikan langsung oleh orang yang didaulat sebagai Presiden Pusat RI, Sensen Komara sejak beberapa tahun lalu.

Akan tetapi, Hamdani mengaku meski menjabat sebagai Menteri Perindistrian, selama ini dia tak pernah mendapatkan gaji.

"Saya punya jabatan sebagai Menteri Perindustrian dan saya memang sudah menulis surat pernyataan yang mengakui bahwa Sensen Komara merupakn rasul sekaligus Presiden Pusat RI," ujar Hamdani saat ditemui di Mapolres Garut, Selasa 18 Juni 2019.

Ia juga mengakui sudah dua kali membuat surat serupa dan menyebarkannya kepada instansi pemerintahan serta aparat keamanan yang ada di kecamatan Caringin.

Hal itu, menurut dia, semata-mata bertujuan menegaskan kepada masyarakat dan lembaga pemerintahan yang ada agar benar-benar mengetahuinya.

Hamdani juga dengan polos mengungkapkan tujuan penyebaran surat pernyataan itu bahwa selain agar masyarakat dan pemerintahan tahu, juga agar hal tersebut ramai diperbincangkan.

Setelah masyarakat dan pemerintah tahu dan ramai membicarakannya, ia menyerahkan isu itu kepada masyarakat baik untuk mempercayainya atau tidak.

Surat pernyataan itu, tuturnya, ditulis anaknya yang bernama Nara Sopandi. Namun, seluruh konsepnya berasal dari dia. Semua pernyataan yang disampaikannya dalam surat pernyataan itu diakuinya merupakan inisiatif sendiri tanpa ada perintah orang, lain termasuk Sensen Komara.

Hamdani juga mengaku tidak mengetahui ketika ditanya berapa jumlah pengikut Sensen Komara. Ia beralasan bahwa hal itu sama sekali bukan merupakan tanggungjawabnya sebagai Menteri Perindustrian.

"Saya tak tahu soal itu karena urusan itu bukan tanggungjawab saya. Saya ini Menteri Perindustrian, bukan pegawai administrasi," jawabnya dengan tenang kepada wartawan Kabar Priangan Aep Hendy.

Mengaku Islam

Sementara ketika ditanya agama apa yang saat ini dianutnya, dengan yakin Hamdani menyatakan bahwa ia merupakan penganut agama Islam. Namun, ia mengaku dan meyakini bahwa Sensen Komara merupakan rasul dan nabi. Bahkan, pengakuan itu telah ia ungkapkan dalam syahadat bahwa ia yakin Sensen adalah utusan Allah.

Hamdani juga mengakui dia taat melaksanakan salat meski salat yang dilakukannya berbeda dengan yang dilakukan umat islam pada umumnya. Hamdani serta pengikut Sensen Komara selama ini melaksanakn salat dengan cara menghadap ke arah timur.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyampaikan, atas perbuatannya, Hamdani dijerat pasal 156a KUHP Tentang Penistaan Agama dan karena perbuatannya dilakukan berulang, ia dijerat pasal 64. Adapun ancaman hukumannya yakni 5 tahun penjara.

Kapolres mengatakan, perbuatan yang sama pernah dilakukan Hamdani pada Desember 2018. Saat itu, dia menulis pernyataan bahwa Sensen Komara merupakan rasul dan nabi dan surat itu disebarkannya.

"Bedanya, dalam surat yang ditulis dan disebarkannya kali ini, ia menulis juga bahwa Sensen Komara merupakn Presiden Pusat RI dan ini jelas merupakn perbuatan makar yang juga tak dibenarkan secara hukum," kata Budi Satria Wiguna.

100 pengikut

Kapolres menerangkan, hingga saat ini kepolisian belum menetapkan tersangka lainnya dalam kasus penistaan agama dan makar itu. Berdasarkan hasil penyelidikan serta pemeriksaan yang dilakukan petugas, Hamdani melakukan semuanya sendiri dengan tujuan menimbulkan kegelisahan dan sensasi. 

Budi mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran, kepolisian beroleh data bahwa pengikut Sensen Komara di Garut saat ini mencapai sekira 100 orang.

Selain di wilayah Kecamatan Caringin, ada juga yang berdomisili di daerah lainnya di antaranya seperti di Kecamatan Pakenjeng.***

Bagikan: