Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Langit umumnya cerah, 22 ° C

Pemulung Tewas Diduga Dianiaya Personel Keamanan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Tommi Andryandy
TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR
TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Seorang pemulung, WA (30), ditemukan tewas di dekat proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di sekitar Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Polisi menyebut, WA tewas dianiaya setelah dituduh mencuri potongan besi.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan, Komisaris Alin Kuncoro menyatakan, peristiwa itu bermula ketika anggotanya mendapat laporan penemuan mayat tanpa identitas di lokasi proyek pembangunan kereta cepat sekira pukul 9 pagi. Mendapat laporan tersebut, kepolisian langsung mendatangi lokasi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Unit Identifikasi Kepolisian Resor Metro Bekasi beserta Unit Identifikasi Polsek Cikarang Selatan, diketahui korban merupakan warga Indramayu.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung bergerak ke tempat kejadian perkara. Hasil olah tempat kejadian, seorang laki-laki sudah meninggal. Informasi yang diterima, mayat ini merupakan seorang pemulung yang berdomisili di Kampung Pasir Konci, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan,” kata Alin, Selasa 18 Juni 2019.

Berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, terdapat sejumlah luka bekas aniaya di tubuh WA. Setelah dilakukan pendalaman, ada unsur penganiayaan dengan motif dugaan pencurian.

WA dianiaya oleh S dan SR, pria yang menjaga proyek pembangunan kereta cepat. Keduanya kini ditetapkan sebagai tersangka. WA dianiaya setelah diduga mengambil 10 potongan besi ulir sepanjang 50 cm yang ada di lokasi proyek pembangunan kereta cepat.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cikarang Selatan Inspektur Satu Jefri mengatakan, sebelum tewas, WA didapati mengambil potongan besi ulir di lokasi proyek pembangunan kereta cepat sekira pukul 5 oleh tersangka S dan SR.

“Kedua tersangka awalnya meneriaki korban sehingga korban kaget, kemudian lari dan dikejar. Bahkan korban dan tersangka S juga sempat bergulat sekira 300 meter dari lokasi sebelum akhirnya korban melarikan diri dan meninggalkan karung berisi 10 batang besi ulir hasil curiannya,” ucapnya.

Ditusuk pisau

Tak ingin kehilangan jejak, tersangka S dan SR lalu berusaha mencari WA menggunakan sepeda motor. Mereka mendapati WA di Kawasan Delta Silicon III yang berjarak sekira 2 km dari lokasi proyek pembangunan kereta cepat.

“Dari hasil interogasi terhadap tersangka S dan SR, di lokasi tersebut korban sempat ditusuk kaki kanan dan kaki kirinya dengan menggunakan pisau. Mereka mengaku geram atas perbuatan yang dilakukan WA karena telah mencuri besi ulir di proyek tempatnya bekerja,” kata dia.

Setelah tak berdaya, korban lalu dibawa oleh S dan SR ke lokasi proyek tempat mereka bekerja sekira pukul 6 pagi. Berselang beberapa jam kemudian, korban meninggal dunia diduga karena pendarahan akibat luka tusuk yang dialaminya.

“Kedua tersangka kemudian kami amankan sedangkan jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi guna mengetahui penyebab kematian sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kelurganya untuk dimakamkan,” ucapnya.

Jefri mengatakan, selain mengamankan tersangka S dan SR, petuga kepolisian juga menyita barang bukti berupa sebilah pisau dapur dan satu sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B 4582 FOA milik tersangka serta kaos panjang warna hitam milik korban.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 170 KUHP ayat 3 dengan ancaman penjara di atas 5 tahun,” ucapnya.***

Bagikan: