Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Aksi Pemalakan Terhadap Pendaki Gunung Guntur Masih Terjadi

Tim Pikiran Rakyat
JAJARAN Polsek Tarogong Kaler bersama Koramil Tarogong, Senin 17 Juni 2019 melakukan penertiban serta pembinaan terhadap preman yang diduga sering melakukan aksi pemalakan terhadap para pendaki Gunung Guntur.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
JAJARAN Polsek Tarogong Kaler bersama Koramil Tarogong, Senin 17 Juni 2019 melakukan penertiban serta pembinaan terhadap preman yang diduga sering melakukan aksi pemalakan terhadap para pendaki Gunung Guntur.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Aksi premanisme dengan cara melakukan pemalakan terhadap para pendaki Gunung Guntur hingga saat ini masih terus terjadi. Hal ini kembali dikeluhkan para pendaki yang merasa terganggu dengan aksi tersebut.

Kapolsek Tarogong Kaler, Ipda Asep Saepudin membenarkan pihaknya sering menerima keluhan dari para pendaki Gunung Guntur terkait aksi pemalakan yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman. Pihaknya langsung bergerak ke lokasi guna melakukan penertiban sekaligus pembinaan terhadap pAra pelaku pemalakan.

"Memang masih ada keluhan yang kami terima dari para pendaki Gunung Guntur yang merasa terganggu karena aksi pemalakan yang dilakukan sekelompom preman. Kita tentu sangat menyesalkannya karena hal ini dapat merusak nama baik daerah kita," ujar Asep, Senin 17 Juni 2019.

Menyikapi hal tersebut, tutur Asep, pihakya bersama jajaran Koramil Tarogong langsung turun ke lapangan guna melakukan penertiban. Kegitan penertiban di antaranya dilakukan di kawasan gerbang masuk Gunung Guntur serta pos pendakian.

Dikatakannya, di lokasi tersebut petugas memang menemukan sejumlah preman yang selama ini diduga sering melakukan pemalakan. Kepada mereka kemudian diingatkan bahwa aksi yang dilakukan itu sama sekali tidak benar bahkan telah melanggar hukum sehingga bisa berakibat hukum bila terus dilakukan.

"Tak hanya itu, dengan tegas kami juga berikan peringatan jika ke depannya masih terjadi aksi pemalakan, maka kami tak segan-segan melakukan tindakan tegas. Ini penting kami lakukan untuk menciptakan dan menjaga keamanan dan kenyamanan para pengunjung termasuk para pendaki," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Tingkatkan patroli

Asep menyampaikan, upaya lain yang akan dilakukannya yakni dengan lebih meningkatkan intensitas patroli di kawasan gerbang masuk Gunung Guntur dan pos pendakian. Dari hasil kegiatan penertiban yang dilakukan, ternyata para pelaku pemalakan tersebut kebanyakan bukan merupakan warga sekitar.

Disebutkannya, langkah penertiban dan pembinaan yang dilakukannya itu juga atas perintah langsung dari Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna. Menurut Asep, Kapolres begitu respon terhadap berbagai keluhan yang diterimanya termasuk keluhan para pendaki Gunung Guntur atas aksi pemalakan yang sering mereka alami.

"Sebelumnya kami juga telah melaporkan hal ini kepada pak kapolres dan beliau sangat respon sehingga langsung memerintahkan kami untuk secepatnya melakukan penertiban dan pembinaan. Beliau juga meminta agar tindakan tegas dilakukan apabila setelah dilakukan pembinaan, pra preman tersebut masih saja melakukan pemalakan," ucap Asep.

Terkait tingkat kunjungan wisatawan termasuk para pendaki ke kawasan Gunung Guntur selama musim libur Lebaran kemarin, menurut Asep mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibanding sebelumnya. Wisatawan terutama pendaki yang datang ke Gunung Guntur ini bukan hanya dari berbagai daerah di Garut tapi banyak juga yang berasal dari luar kabupaten bahkan luar Jawa Barat. 

Hal ini, tambahnya, menandakan kawasan tersebut sudah kian banyak dikenal dan diminati para wistawan sehingga kondisi keamanan dan kenyamanan harus dijaga. Jangan sampai para wisatawan merasa kecewa karena adanya aksi pemalakan yang dilakukan sejumlah preman.

Lebih jauh diungkapkannya, selama musim libur Lebaran tahun ini tak kurang dari 6 ribu pendaki yang datang ke kawasan Gunung Guntur. Selain para pendaki, banyak juga wisatawan yang hendak berfoto di kaki Gunung Guntur dan berwisata ke kawasan Air Terjun Citiis.

Asep mengimbau kepada para wisatawan untuk tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan diri sendiri serta sesama pendaki lainnya. Iapun meminta agar para pengunjung segera melaporkan kepada polisi jika merasa diganggu oleh adanyaaksi premanisme termasuk aksi pemalakan.***

Bagikan: