Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21.7 ° C

Lama Sekolah di Indramayu Hanya 5,9 Tahun

Gelar Gandarasa
ILUSTRASI.*/DOK. PR
ILUSTRASI.*/DOK. PR

INDRAMAYU, (PR).- Masyarakat di Kabupaten Indramayu masih belum begitu peduli terhadap pendidikan. Hal itu bisa dilihat dari rerata lama sekolah yang hanya mencapai 5,9 tahun saja. Dibutuhkan keseriusan untuk mengatasi persoalan pelik tersebut.

Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu lama sekolah tahun 2018 hanya naik tipis saja 0,01 persen. Pada tahun tersebut lama sekolah hanya bisa mencapai 5,98 persen. Artinya rerata lama sekolah di Indramayu hanya sampai bangku sekolah dasar saja. Hal itu tentunya cukup memprihatinkan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Indramayu Supardo mengatakan, dirinya prihatin dengan masih banyaknya warga yang tak sekolah ke jenjang tinggi. Menurut dia, ada beberapa persoalan yang menyebabkan rendahnya lama pendidikan di Indramayu. Faktor utamanya yakni kesadaran orang tua akan pendidikan masih sangat rendah.

Tak jarang orang tua pasrah begitu saja melihat anaknya memilih bekerja dibandingkan melanjutkan sekolah. Alasannya tak lain untuk membantu perekonomian keluarga. 
Selain itu, tak jarang juga orang tua memilih untuk menikahkan putri mereka dengan pria berumur. Hal itu dilakukan supaya beban di keluarga menjadi berkurang. 

"Banyak faktor penyebabnya," ungkap Supardo, Senin, 17 Juni 2019. Banyaknya tenaga kerja wanita asal Indramayu juga menjadi penyebab lain. Seringkali para orang tua menitipkan anak mereka kepada nenek ataupun sanak saudara lain.

Celakanya mereka tidak begitu memahami arti pendidikan bagi para anak-anak. Tak ayal pendidikan anak pun akhirnya menjadi terbengkalai tak terperhatikan. 

Supardo menegaskan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Artinya semua pihak harus turut serta mengawasi perkembangan pendidikan anak. Sebab para generasi mudalah yang akan meneruskan tonggak kepemimpinan di masa yang akan datang. Sehingga diperlukan perhatian khusus bagi mereka.

Sejauh ini, banyak upaya yang telah dilakukan agar orang tua mau menyekolahkan anak-anaknya. Selain sekolah gratis,saat ini anak telah mendapatkan kartu Indonesia Pintar.

Upaya itu perlu dibarengi dengan kesadaran dari para orang tua itu sendiri. Sebab walau bagaimanapun juga anak merupakan tanggung jawab orang tua mereka masing-masing. Jika orang tua peduli maka secara perlahan anak pun akan bersemangat bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Indramayu Taufik Hidayat mengakui, persoalan pendidikan menjadi fokus perhatian DPRD Indramayu. Apalagi anggaran pendidikan di Indramayu sudah mencapai 30 persen. Jumlah itu sudah melebihi ketentuan dari pemerintah pusat sebesar 20 persen.

Taufik mengatakan, DPRD dan pemerintah daerah sepakat untuk meningkatkan lama sekolah di Indramayu. "Salah satu upayanya dengan mengurangi angka drop out," katanya. Dengan mengurangi drop out diharapkan siswa akan serius menjalani kegiatan belajarnya.***

Bagikan: