Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 24.1 ° C

Geger Temuan Bom Kaleng

Ani Nunung Aryani
TIM penjinak bahan peledak (jihandak) Batalyon C Pelopor Satbrimobda Polda Jabar akhirnya mengamankan lima kaleng berisi bahan peledak yang ditemukan seorang pemulung di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Sukalila, Kota Cirebon, Sabtu malam 15 Juni 2019. */ ANI NUNUNG/ PR
TIM penjinak bahan peledak (jihandak) Batalyon C Pelopor Satbrimobda Polda Jabar akhirnya mengamankan lima kaleng berisi bahan peledak yang ditemukan seorang pemulung di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Sukalila, Kota Cirebon, Sabtu malam 15 Juni 2019. */ ANI NUNUNG/ PR

CIREBON, (PR).- Warga Kota Cirebon digegerkan dengan temuan lima benda yang diduga bom kaleng di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Sukalila, Kota Cirebon, Sabtu malam 15 Juni 2019.

Bahan peledak yang diketahui pasti jenis dan daya ledaknya itu, ditemukan oleh seorang pemulung, berinisial Y.

Karena dikira barang rongsokan seperti lainnya, "bom kaleng" itu bahkan sempat dibawa pulang ke rumah di kawasan Samadikun, sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Cirebon Kota, pada Sabtu malam.

Belum diketahui pasti jenis dan daya ledak "bom kaleng" itu. Sejauh ini yang baru bisa dipastikan, ada dua jenis bahan peledak yang tersimpan dalam lima kaleng tersebut.

Kapolres Cirebon Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Roland Ronaldy yang dikonfirmasi mengakui soal temuan benda yang positif bahan peledak itu.

Menurutnya, begitu mendapat laporan adanya temuan bahan peledak, tim penjinak bahan peledak (jihandak) Batalyon C Pelopor Satbrimobda Polda Jabar, langsung datang dan mengevakuasi benda tersebut.

"Sejauh ini temuan benda tersebut memang  benar bahan peledak masih aktif, dan sudah diamankan," katanya.

Menurutnya, dari identifikasi awal ada dua jenis bahan peledak yang ditemukan di lima kaleng itu.

Satu benda dalam kaleng yang bentuknya mirip kaleng cat semprot, isinya mirip seperti granat. Sementara sisanya yang empat kaleng bahan peledak jenis lain.

Roland mengungkapkan, sejauh ini temuan tersebut belum mengindikasikan adanya kaitan dengan aksi-aksi teror ataupun jaringan teroris.

Meski demikian, Roland menegaskan, pihaknya tetap waspada. "Dalam kondisi apa pun kami selalu waspada," katanya.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan identifikasi awal, kemungkinan benda-benda tersebut adalah barang bekas yang kemudian ditemukan seseorang dan dibuang di tempat sampah.

Indikasi tersebut menurutnya didasarkan kepada laporan benda-benda serupa di daerah lain. "Karena sering juga ditemukan di daerah lain bukan hanya di Kota Cirebon," paparnya.

Untuk semakin jelas, menurutnya kedua orang saksi, yakni yang membawa barang bukti ke Mapolresta, maupun yang menemukan masih dimintai keterangan.

Roland kemudian menjelaskan kronologi temuan bahan peledak tersebut. Menurutnya, awal mulanya ada Y, menemukan benda diduga bom sebanyak lima buah di dalam plastik di TPS yang berlokasi di daerah Sukalila, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon.

Setelah dibawa pulang  ke rumahnya, temannya, A memberitahu bahwa benda dalam bungkusan tersebut adalah bahan peledak. "Akhirnya Y dan A warga Pesisir Samadikun membawa barang tersebut ke Mako Polres Cirebon Kota. Anggota yang menerima langsung melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan, dan kelima benda diduga bom atau granat tersebut langsung diletakkan di depan pintu ATM BJB dekat pintu gerbang utama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.***

 

Bagikan: