Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

Minim Lowongan, 70 Persen Pencari Kerja Tidak Diterima di Perusahaan

Hilmi Abdul Halim
Pengangguran/DOK. PR
Pengangguran/DOK. PR

PURWAKARTA, (PR).- Permohonan membuat kartu pencari kerja (kartu kuning) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta meningkat usai libur Lebaran 2019. Namun, sekitar 70 persen di antara mereka tidak bisa diterima bekerja di perusahaan.

Kondisi itu disebabkan jumlah pengangguran yang masih lebih banyak dibandingkan lowongan pekerjaan yang ada. "Lowongan di perusahaan itu tidak selalu ada, tapi angkatan kerja selalu bertambah setiap tahun," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Purwakarta Tuti Gantini, Jumat, 14 Juni 2019.

Tuti tidak bisa menyebutkan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia dan jumlah pengangguran terbaru di daerahnya. Namun, ia memperkirakannya dari jumlah pemohon kartu kuning yang mencapai 50 orang perhari pada kondisi normal.

Kartu kuning merupakan salah satu persyaratan untuk mencari pekerjaan yang dikeluarkan pemerintah daerah. "Kalau setelah libur lebaran atau kelulusan sekolah biasanya meningkat sampai 200 orang per hari," kata Tuti yang ditemui di ruang kerjanya.

Untuk menyiasati kekurangan lowongan pekerjaan di perusahaan, dinas terkait membuat sejumlah program pengentasan pengangguran. Para pencari kerja di antaranya diarahkan untuk mengikuti program pelatihan di Balai Latihan Kerja setempat.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendapatkan bantuan dari pusat berupa pelatihan Tenaga Kerja Mandiri. Namun, jumlahnya sangat terbatas yakni 20 orang per desa untuk lima desa dalam setahun.

"Program TKM ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya ada sekitar 75 persen peserta yang saat ini sudah punya usaha sendiri," kata Tuti. Selain dilatih selama tiga hari, para peserta program TKM diberikan modal berupa sarana prasarana sesuai bidang pelatihannya.

Tuti mengakui para lulusan program tersebut masih kesulitan dalam hal pemasaran produk. Karena itu, pemerintah daerahnya berupaya membantu dengan memberikan konsultasi gratis. Ke depan, ia juga mengusulkan untuk membuat koperasi khusus peserta TKM.

Selain kartu kuning, permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian juga meningkat seusai libur Lebaran 2019. Kepolisian Resor Purwakarta harus menyediakan 6.000 blanko SKCK untuk mengakomodasi para pemohon yang datang itu.

"Lonjakannya hampir tiga kali lipat. Bisa sampai 150 pemohon dalam sehari dari biasanya paling 50 saja," kata Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Purwakarta Ajun Komisaris Narkum Sukmadiraja saat ditemui sebelumnya.

Lonjakan pemohon SKCK diperkirakan akan terjadi hingga satu bulan setelah Lebaran. Dokumen tersebut umumnya digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk melamar pekerjaan di berbagai perusahaan bersama kartu kuning dan dokumen lain.

Selain di Markas Polres Purwakarta, pelayanan yang sama juga dibuka di seluruh Markas Polisi Sektor di kecamatan-kecamatan. Setiap Polsek dikatakan menerima 200 lembar blanko.

"Ada tiga polsek yang kekurangan blanko SKCK sebelumnya yaitu Polsek Sukatani, Jatiluhur dan Darangdan. Namun, saat ini sudah kita distribusikan. Jadi, tak ada masalah lagi," tutur Narkum. Biaya pembuatan SKCK itu mencapai Rp30.000 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60/2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).***

Bagikan: