Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

Mengaku Bisa Tarik Uang Gaib Rp 6 Miliar, Buruh di Majalengka Tipu Tetangga

Tati Purnawati
KAPOLRES Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono dan kasat Reskrim Ajun Komisaris M Wafdan Mutaqien memperlihatkan sebuah sepeda motor hasil penipuan bermodus penarikan uang gaib sebesar Rp 6 miliar.* TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
KAPOLRES Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono dan kasat Reskrim Ajun Komisaris M Wafdan Mutaqien memperlihatkan sebuah sepeda motor hasil penipuan bermodus penarikan uang gaib sebesar Rp 6 miliar.* TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA, (PR).- Seorang buruh harian lepas berinisial WH (48) warga Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka diamankan Satuan Reskrim Polres Majalengka. Dia diduga melakukan penipuan bermodus pelipatgandaan uang terhadap tetangganya Nuhri (56).

Kapolres Majalengka Ajun Komisari Besar Polisi Mariyono menyebut tersangka diamankan pada Selasa, 11 Juni 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, di rumah salah seorang anaknya di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka. Keberadaan tersangka diketahui atas laporan masyarakat setempat.

“Selanjutnya anggota Polsek diback up Sat Reskrim Polres Majalengka melakukan penangkapan terhadap tersangka WH ,” kata Kapolres Mariyono.

Dalam kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa gulungan kapas yang dibungkus amplop, potongan kain putih, dan potongan kertas di bungkus ampop. Semua barang-barang tersebut dimasukkan ke dalam sebuah kantung plastik. Turut disita sebuah buah botol bekas minuman berisi kain putih, batu kemenyan, batang bambu berisi kain putih dan kapas, serta sebuah telefon genggam.

Aksi penipuan yang dilakukan tersangka bermula pada November 2018 lalu. Saat itu terangka datang ke rumah korban dengan mengaku mempunyai kemampuan untuk menarik uang gaib.

Saat datang, tersangka mengatakan bahwa korban dan istrinya mendapatkan rezeki uang gaib warisan leluhur sebesar Rp 6 miliar. Hanya untuk menarik uang tersebut harus ada mahar. Alasannya setiap pendapatan harus ditebus dan tidak ada hal yang gratis.

Karena pasangan suami-istri ini terus dibujuk, akhirnya mereka menyanggupi untuk memberikan uang mahar kepada tersangka agar uang gaib bisa ditarik.

Sejak November 2018 hingga Mei 2019 korban telah menyerahkan uang mahar sebesar Rp 89 juta kepada tersangka. Selain itu turut diserahkan 1 unit sepeda motor Honda Vario untuk operasional penarikan uang gaib.

Untuk mengelabui korban agar korban percaya, tersangka WH menyerahkan beberapa bungkusan kertas dan amplop serta benda yang katanya berisi uang gaib. Namun setelah dibuka korban, ternyata bungkusan yang diterimanya hanya berisi guntingan kertas. Akhirnya korban benar-benar merasa telah ditipu dan segera melaporkan kasus yang dialaminya kepada kepolsian pada akhir Mei kemarin.

“Setelah mendapat laporan, kami segera melakukan penyelidikan dan melakukan pencarian terhadap WH, beberpa hari kemarin diketahui yang bersangkutan ada di rumah anaknya di Pagandon, maka saat itulah tersangka di tangkap,” ungkap Kapolres.

Kepada penyidik, tersangka mengakui telah melakukan penipuan terhadap korban dan uang hasil penipuan dipergunakannya untuk biaya hidup sehari-hari serta membeli kemenyan yang diserahkan kepada korban. Atas perbuatannya tersangka akan dikenai Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP.***

Bagikan: