Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 19.1 ° C

Jembatan Sasak Gobang Penghubung Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Rusak Berat

Bambang Arifianto
WARGA memilih turun dari sepeda motor dan berjalan kaki saat melintasi Jembatan Gobang di perbatasan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jumat, 14 Juni 2019. Jembatan tersebut rusak dan belum tersentuh perbaikan.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
WARGA memilih turun dari sepeda motor dan berjalan kaki saat melintasi Jembatan Gobang di perbatasan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jumat, 14 Juni 2019. Jembatan tersebut rusak dan belum tersentuh perbaikan.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Jembatan Gobang penghubung Kota dan Kabupaten Tasikmalaya di perbatasan Kecamatan Purbaratu-Manonjaya dalam kondisi rusak. Hingga kini, jembatan tersebut belum diperbaiki kendati membahayakan warga yang melintas.

Pantauan "PR",Jumat, 14 Juni 2019, lantai jembatan untuk lintasan kendaraan dan pejalan kaki hanya tertutup separuhnya dengan bantalan kayu. Separuh lain tak tertutup atau berlubang sehingga menyuguhkan pemandangan dasar Sungai Cikalang yang mengalir di bawahnya. Para pengendara mesti ekstra hati-hati melintasinya.

Siang itu, hujan baru selesai mengguyur area jembatan. Selain licin, sebagian bantalan kayu telah rapuh dengan ukuran yang tak semuanya menutupi rangka penyangga jembatan. Tanpa konsentrasi penuh, kendaraan yang melintas bisa terperosok masuk melalui lubang-lubang jembatan yang tak tertutup bantalan kayu.

Tak heran, beberapa pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraannya saat menyeberang. Ada pula warga yang membonceng sepeda motor memilih turun dan berjalan kaki lantaran ngeri dengan kondisi jembatan.

Asih (49), warga Kampung Gobang, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu menuturkan, kerusakan jembatan sudah terjadi sejak 2018. Kini, kerusakan bertambah parah karena jembatan sudah tak bisa dilalui mobil. Musababnya, lantai atau landasan jembatan hanya tertutup separuh menggunakan bantalan kayu.

Jembatan pun cuma bisa dilalui warga pengguna sepeda motor. Bantalan kayu juga dalam kondisi mengenaskan karena tua dan keropos.

Untuk mengatasinya, suami Asih menyelipkan kayu atau bambu untuk mengganjal ban kendaraan yang melintas. "Karena khawatir melihat yang melintas," ucap Asih menuturkan alasan sang suami melakukan tindakan itu.

Para pengendara motor, tuturnya, bisa mengalami selip hingga terperosok ke dasar sungai. Asih menegaskan, Jembatan Gobang sangat strategis dan ramai dilintasi warga siang dan malam.  "Ini mah jalan hidup," ucapnya. 
Sejumlah warga Purbaratu yang masuk wilayah Kota Tasikmalaya melintasi jembatan saat akan berbelanja di Pasar Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. 

Demikian pula para pelajar asal Purbaratu yang menuntut ilmu di sekolah yang berlokasi di Manonjaya. Jembatan menjadi pilihan lantaran rutenya lebih dekat.

Jika tak menggunakan jembatan, warga Purbaratu mesti memutar lebih jauh dengan waktu tempuh sekitar 30 menit mengunakan sepeda motor ke Manonjaya. Mereka mesti  melintasi kawasan Cibeureum terlebih dahulu.

Bila menyeberang jembatan, warga Purbaratu dari kampung-kampung di Kelurahan Singkup hanya butuh waktu sekitar lima menit. Asih menyebut, pemantauan jembatan sempat dilakukan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun, pemantauan tak kunjung diikuti perbaikan jembatan. 

Wawan Supratman (55), warga Kampung Cintamanah, Kelurahan Singkup meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan secara permanen. Masyarakat, menurut Wawan, menginginkan lantai jembatan diganti bahan yang lebih kuat.

Sebagai tukang ojek, Wawan saban hari melintasi Gobang untuk mengantarkan warga Purbaratu berbelanja di Pasar Manonjaya. Penumpang, tuturnya, terkadang meminta turun ketika akan melintasi jembatan.

"Kalau ngeri (penumpang) turun dulu," ucapnya. Mereka khawatir sepeda motor terpeleset. Apalagi, terdapat lubang-lubang menganga pada badan jembatan.

Ia pun mengkhawatirkan para pelintas yang belum paham kondisi jembatan yang telah rapuh. "Kan banyak orang lewat bukan orang sini, dari Banjar ke kota (Tasikmalaya)," ujarnya. 

Pemasangan plat

Di tempat terpisah, Sekretaris Camat Purbaratu Edi Ruhaedi (53) menyatakan pemantauan sudah dilakukan. "Ada janji dari Dinas PU PR Kota Tasikmalaya, untuk sementara tahun ini tidak bisa dibangun permanen tetapi akan diganti, tadinya (bantalan) kayu (jadi) plat besi," ujarnya.

Ia memperkirakan, pemasangan plat bakal berlangsung Juli 2019 ke atas dengan kucuran dana APBD Kota Tasikmalaya. Sedangkan pembangunan jembatan secara permanen diusulkan ke Provinsi Jawa Barat pada 2020.

Terkait ada tidaknya upaya Pemkab Tasikmalaya turun memperbaiki jembatan, Edi tak mengetahuinya. Ia mengakui Gobang sangat strategis sebagai perlintasan para pelajar dan aktivitas masyarakat. Keluhan atas kerusakan jembatan, lanjutnya, juga diterima pihak Kecamatan Purbaratu.***

Bagikan: