Pikiran Rakyat
USD Jual 14.060,00 Beli 14.158,00 | Sebagian berawan, 21.3 ° C

BPBD Karawang Siapkan Tiga Skema Atasi Kekeringan

Dodo Rihanto
Kekeringan/DOK. PR
Kekeringan/DOK. PR

KARAWANG, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang telah minyiapkan tiga skema penanggulangan bencana kekeringan yang kerap terjadi di wilayah Karawang Selatan. Tiga skema itu diharapkan bisa mengurangi penderitaan warga di bagian selatan Karawang saat musim kemarau tiba.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Karawang, Asep Wahyu Suherman, di kantornya, Kamis, 13 Juni 2019. "Seperti diketahui, selama ini ada tiga kecamatan di Karawang yang mengalami krisis air bersih ketika kemarau datang. Tiga kecamatan dimaksud adalah Pangkalan, Tegalwaru, dan Ciampel," ujarnya.

Dijelaskannya, skema pertama untuk menanggulangi krisis air bersih di tiga kecamatan itu adalah menyalurkan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Air bersih itu akan disalurkan menggunakan mobil tanki air milik BPBD dan PDAM Tirta Tarum. "Penyalurannya  berdasarkan pengajuan dari masyarakat," kata Asep Wahyu.

Skema berikutnya, dia melanjutkan, BPBD bersama dinas terkait lainnya akan mencari sumber air yang masih ada. Air itu akan dilairkan ke pemukiman warga melalui pipa.

"Alhamdulillah, kami telah menemukan sumber air bersih dari mata air yang terletak di Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru. Air dari lokasi itu bisa disalurkan ke desa di sekitarnya," katanya.

Dijelaskan pula, proyek pipanisasi itu telah diajukan ke Bappeda dan diharapkan bisa terealisasi 2019 ini. Air dari pipa itu nantinya akan ditampung dalam sebuah bak besar dan warga bisa memanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

"Jika proyek pipanisasi sudah jadi, maka kebutuhan air untuk Desa Cintawargi dan Desa Cintalaksana bakal teratasi," kata dia.

PETANI di Kandanghaur mengecek lahan sawah mereka yang mengering, belum lama ini. Kekeringan disebabkan oleh minimnya ketersediaan air bagi petani.*/ GELAR GANDARASA/PR

Petani di wilayah selatan lebih membutuhkan dibanding wilayah utara

Skema berikutnya yaitu memanfaatkan air tanah yang akan disedot menggunakan pompa mesin. Dikatakannya, ada dua titik pembangunan sumur bor yaitu di Desa Mulangsari dan Jatilaksana. Pembangunan dilakukan oleh Pemda dan pengurusannya oleh Bumdes.

Asep menjelaskan pula, kebutuhan air untuk pertanian di wilayah Karawang Utara tidak terkendala musim kemarau. Sebab, sawah di wilayah Karawang utara sudah menggunakan sistem irigasi teknis.

"Suplai air dari PJT II Jatiluhur insyaallah lancar ke Karawang utara. Kalau Karawang selatan memang sawahnya tadah hujan, sehingga petani tidak bercocok tanam saat musim kemarau," ungkapnya.

Bagikan: