Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Taman Kuning Masih Jadi Primadona Kebun Raya Kuningan

Nuryaman
Taman Kuning di kawasan Kebun Raya Kuningan.*/NURYAMAN/PR
Taman Kuning di kawasan Kebun Raya Kuningan.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Sejak diluncurkan tahun 2015, area Taman Kuning masih menjadi daya tarik utama kawasan Kebun Raya Kuningan. Taman Kuning menjadi tujuan utama para pengunjung yang datang ke kebun raya tersebut.

Bahkan, banyak masyarakat di Kabupaten Kuningan lebih mengenal Taman Kuning, ketimbang Kebun Raya Kuningan. Mereka sengaja menyempatkan waktunya berkunjung ke Kebun Raya Kuningan hanya untuk berwisata ria di area Taman Kuning.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebun Raya Kuningan Jaenal Ali, menyebutkan, pada momentum libur lebaran Idulfitri kemarin jumlah pengunjung Kebun Raya Kuningan (KRK) setiap harinya cukup membludak.

“Angka persisnya berapa sementara ini saya belum melihat datanya. Namun, perkiraan sementara total pengunjung KRK terhitung mulai hari kedua lebaran atau hari Kamis tanggal 6 Juni sampai dengan tanggal 13 Juni ini lebih kurang mencapai 4.000 hingga 5.000-an orang,” ujar Jaenal Ali kepada “PR”, Kamis, 13 Juni 2019.

Ali menyebutkan, pengunjung KRK sebagian besar menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan, duduk-duduk santai dan berfoto ria di area Taman Kuning. Terlebih, aneka tanaman berbunga kuning itu telah tertata apik sarat titik menarik pengunjung untuk berswafoto dan menikmati pemandangan keindahan alam di sekitarnya.

KRK dibangun Pemerintah Kabupaten Kuningan sejak tahun 2005 itu, lokasinya berada di bawahan lerang barat daya Gunung Ciremai, berbatasan langsung dengan lahan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Tepatnya berada di sebelah selatan wilayah Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan.

Kawasan KRK memiliki luas sekitar 154,908 hektare terbagi sembilan zonasi aneka koleksi tanaman. Koleksi tanaman dalam kawasan KRK teregistrasi sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 20.000 spesimen. Tetapi sebagian besar belum terlihat karena masih berusia muda.

Bahkan sebagian besar kawasan kebun raya itu sementara ini belum terisi tanaman koleksi dan baru ditumbuhi tanaman pionir.

Tercatat “PR”, KRK mulai diluncurkan resmi dan dibuka untuk kunjungan umum pada tanggal 25 November 2015. Begitu diluncurkan, kawasan ini terutama area Taman Kuning langsung disambut keramaian pengunjung.

Namun baru sebulan berjalan, KRK ditutup total untuk pengunjung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan baru dibuka kembali mulai Januari 2018. Penutupan sementara KRK pada akhir Desember 2015 itu karena ketika itu dalam kawasan KRK belum dilengkapi fasilitas umum untuk pengunjung, seperti tempat parkir kendaraan, tempat-tempat pembuangan sampah, maupun toilet.

Sekarang, sejumlah fasilitas umum tersebut sudah tersedia dan cukup memadai untuk pengunjung. “Sejak dibuka kembali untuk kunjungan umum Januari 2018 hingga sekarang, setiap pengunjung dikenakan tarif resmi masuk KRK sebesar Rp 6000/orang. Itu sudah termasuk asuransi pengunjung Rp 1.000/orang,” tutur Jaenal Ali.***

Bagikan: