Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 21.9 ° C

Pemulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Terus Dilakukan

Shofira Hanan
ILUSTRASI Pekerja Migran Indonesia.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI Pekerja Migran Indonesia.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

CIANJUR, (PR).- Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Cianjur terus mengupayakan pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban trafficking. Kasus tersebut menjadi satu dari 14 kasus PMI non prosedural yang sedang difokuskan oleh asosiasi.

Berdasarkan informasi, saat ini asosiasi memproses pemulangan Rima Setiawati (19) warga Kampung Tugusari RT 02 RW 18 Kelurahan Sayang,  Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur yang diduga menjadi korban perdagangan manusia di Malaysia.

Diketahui putri pertama pasangan suami istri Ujang Saepudin (38) dan Aisah (35) itu berangkat ke Negeri Jiran pada 28 Desember 2018 dengan menggunakan jalur tidak resmi. "Pihak sponsornya datang ke rumah, diantar oleh saudara supaya membujuk anak saya bekerja di Malaysia. Oknum petugas rekrutnya dari Kabupaten Bandung,” ujar Ujang, Rabu, 12 Juni 2019.

Ia menjelaskan, pihak sponsor yang biasa disapa “Umi” itu menawarkan pekerjaan kepada Rima sebagai pelayan toko di Malaysia. Putrinya juga ditawarkan gaji dengan angka yang menggiurkan. Akhirnya tawaran tersebut disambut dan Rima pun diberangkatkan ke Malaysia.

Akan tetapi, sesampainya di sana ternyata gadis itu malah dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT). "Saya khawatir anak saya dipindah-pindah terus. Dia bahkan pernah telepon, bilang kalau dia tidak dibuatkan paspor," ujar dia.

Ketua DPC Astakira Cianjur Ali Hildan mengatakan, bahwa saat ini asosiasi sedang mengurus proses pemulangan PMI, sesuai permintaan mereka maupun keluarga. Menurut dia, kasus tersebut merupakan limpahan dari P2TP2A yang ke depannya akan bekerjasama untuk menyelesaikan persoalan itu.

"Sedang dalam proses (pemulangan), agensi terkait minta waktu sepekan untuk memulangkan PMI. Berkat lobi-lobi, akhirnya agensi mau membantu kepulangan,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, saat ini PMI legal maupun ilegal banyak yang meminta bantuan kepada asosiasi. Mayoritas berharap segera dipulangkan karena bermasalah di negara tempat mereka bekerja.

"Sejauh ini, memang ada 14 kasus yang sedang diurus. Tapi Alhamdulillah kemarin kami berhasil memulangkan tiga PMI bermasalah, tinggal memperjuangkan hak-hak mereka yang belum dipenuhi saja,” ucapnya.***

Bagikan: