Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 28.4 ° C

Pemprov Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan Sapi Belgia

Advertorial
RIDWAN Kamil sedang berdiskusi dengan Duta Besar Belgia H.E. Stephane De Locker di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu 12 Juni 2019.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR
RIDWAN Kamil sedang berdiskusi dengan Duta Besar Belgia H.E. Stephane De Locker di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu 12 Juni 2019.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat menjajaki kerja sama dengan pemerintah Belgia untuk mengembangkan sapi di Jawa Barat. Kerja sama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat tanpa harus impor.

Sapi belgia atau belgium blue sudah dikenal ke seantero dunia memiliki kualitas daging nomor wahid. Gubernur Ridwan Kamil berharap perusahaan Belgia berinvestasi untuk mengembangbiakkan sapi di Jabar dengan kualitas daging yang sama seperti yang ada di Belgia.

“Yang paling saya titipkan adalah bisnis sapi. Sapi belgia terkenal ke seluruh dunia. Belgium blue ini gede-gede dan teknologinya kita akan fokuskan itu di jangka pendek,” ujar Gubernur, usai menerima Duta Besar Belgia untuk RI di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu 12 Juni 2019.


 

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menyadari kemampuan peternak lokal baru dapat menyuplai 30 persen dari kebutuhan daging masyarakat. Maka dari itu dia mencetuskan program  One Pesantren One Product (OPOP) disinergikan dengan pengembangan sapi belgia ini.

“Oleh karena itu, kami minta didatangkan perusahaan dari Belgia berinvestasi, melatih  dan salah satunya dari Pak Uu (Wagub Jabar), karena Pak Uu pernah berkunjung ke Belgia,  adalah bagaimana program Satu Pesantren Satu Produk itu juga salah satu bisnisnya sapi,” ujar Emil yang didampingi Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.

“Karena demand-nya tinggi sekali, ini sedang akan kami titipkan di jangka pendek,” sambungnya.

Duta Besar Belgia H.E. Stephane De Locker menyambut baik keinginan Pemdaprov Jawa Barat tersebut. Menurutnya, peternakan memang menjadi isu utama yang dibicarakan dalam pertemuannya dengan Gubernur Emil dan Wagub Uu Ruzhanul.

Bahkan, kata Stephane, Belgia sudah mengembangkan ternak di Indonesia yang berlokasi di Bogor. “Isu yang kami diskusikan juga adalah pengembangan kualitas ternak. Salah satu proyek yang sudah kami investasikan ada di Bogor,” ujar Stephane.

Stephane mengungkapkan bahwa dalam kunjungan kehormatan pertamanya bertemu Gubernur, dirinya mendapat banyak sekali penjelasan terkait keunggulan yang dimiliki Jawa Barat.

“Kebahagian bagi saya untuk kunjungan kehormatan kepada Gubernur Jawa Barat untuk pertama kalinya, dan berkunjung ke kota Bandung yang indah ini,” ucap Stephane.

Menurut Stephane, ada berbagai proyek dan langkah inisiatif yang dibuat Emil dan akan membuat masa depan Jawa Barat bersinar. Poin penting dalam pertemuan Stephane dengan Emil adalah komitmen mempererat hubungan kerja sama jangka panjang antara Jabar-Belgia.

“Ada beberapa proyek serta inisiatif yang bisa membuat masa depan Jawa Barat bersinar,” tuturnya.

“Dan poin kami dalam pertemuan ini adalah kami punya hubungan jangka panjang dengan gubernur, hubungan jangka panjang antara daerah di Belgia dengan Jawa Barat dan Bandung,” jelas Stephane.

Dia menambahkan, Oktober 2019 nanti akan ada delegasi bisnis Belgia datang ke Jawa Barat. Ada banyak hal yang dapat dikerjasamakan, seperti di sektor infrastruktur, produk makanan halal, serta sektor industri lainnya.

“Di bulan Oktober akan datang delegasi penting bisnis Belgia ke Jawa Barat,” kata Stephane.

“Kunjungan delegasi Belgia nanti untuk berbagai sektor, seperti infrastruktur, produksi makanan, produk makanan halal, dan berbagai sektor industri lainnya yang bisa diaktifkan baik di Jawa Barat maupun Belgia,” sambungnya.

Rebana dan Jabarano Cafe

Selain sapi,  Gubernur Ridwan Kamil juga membicarakan hal penting lain dengan Dubes a Stephane De Locker. Salah satunya mengenai minat Belgia untuk ikut berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus Segitiga Rebana.

“Tadi (dalam pertemuan) saya menawarkan Segitiga Rebana dan beliau (Dubes Stephane) tertarik, karena akan dijadikan kawasan ekonomi khusus, dalam waktu tiga atau empat bulan statusnya sedang difinalisasi oleh Kemenko Perekonomian,” ungkap Emil.

“Puluhan lokasi sudah siap, mudah-mudahan salah satunya bisa diambil investasinya oleh perusahaan dari Belgia,” harapnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut Emil juga meminta Stephane memfasilitasi Pemdaprov Jawa Barat untuk membuat kedai kopi khusus Jawa Barat di Belgia.

“Terakhir saya meminta Pak Dubes membantu membuka Jabarano Cafe, diplomasi kopi-kopi Jawa barat di Belgia. Jadi, mau tukar balik diplomasinya seperti itu,” katanya.***

Bagikan: