Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Ma'ruf Amin: Ternyata Saya Keturunan Prabu Geusan Ulun

Adang Jukardi
CALON Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri  acara “Halal Bihalal Idulfitri 1440 H bertema “Dangiang Kawargian” di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Rabu 12 Juni 2019.*/ADANG JUKARDI/PR
CALON Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri acara “Halal Bihalal Idulfitri 1440 H bertema “Dangiang Kawargian” di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Rabu 12 Juni 2019.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendapat pengakuan resmi sebagai keluarga besar Rukun Wargi Sumedang (RWS). Mantan Rais Aam PBNU dan Ketua Umum MUI tersebut diakui merupakan keturunan ke-14 Prabu Geusan Ulun, Raja Sumedang Larang.

Pengakuan resmi sebagai keluarga RWS ditandai pemasangan dua pin oleh Ketua RWS Iwa Kuswaeri pada acara Halal Bihalal Idulfitri 1440 H bertema “Dangiang Kawargian” di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Rabu 12 Juni 2019.

“Saya sangat bersyukur, dalam halal bihalal ini saya mendapat 2 pin di kiri dan kanan. Pin ini sebagai legitimasi atau pengakuan bahwa saya bagian keluarga besar Rukun Wargi Sumedang. Saya lahir di Banten. Ternyata, saya juga keturunan Prabu Geusan Ulun, Raja Sumedang Larang. Kalau dirunut, saya ini keturunan ke-14 Prabu Geusan Ulun. Saya merasa terhormat diakui sebagai Wargi Sumedang,” ujar Ma’ruf Amin.

Hadir dalam acara itu Sesepuh Jawa Barat Komjen Pol. Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule,  Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wabup Sumedang Erwan Setiawan, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, Ketua RWS Iwa Kuswaeri, pengurus Yayasan Pangeran Sumedang, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, Pimpinan Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah Sumedang M Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

CALON Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri  acara “Halal Bihalal Idulfitri 1440 H bertema “Dangiang Kawargian” di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Rabu 12 Juni 2019.*/ADANG JUKARDI/PR

Menurut Ma’ruf Amin, apabila dia resmi dilantik menjadi Wakil Presiden, berarti ia menyandang dua jabatan sekaligus. Selain menjadi ulama, juga sebagai umaro (pemimpin).

“Saya kira, itu yang disandang oleh leluhur kita, Prabu Geusan Ulun. Selain sebagai raja, sebagai ulama juga. Oleh karena itu, sentuhan agamanya sangat terasa sehingga kerajaannya membawa kemaslahatan dan kemanfaatan bagi rakyatnya,” kata Ma’ruf Amin.

Apabila menjadi Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo, kata Ma’ruf Amin, berarti dia menjadi Wakil Presiden kedua dari tanah Sunda bahkan berdarah keturunan Sumedang setelah Umar Wirahadikusumah yang juga asli Sumedang.

“Kalau dulu, wapres dari Sumedang seorang jenderal (Umar Wirahadikusumah), sekarang seorang  kiai. Mudah-mudahan saya jadi Wapres sehingga orang sunda bisa berperan di kancah nasional. Bahkan tidak hanya wapres, tapi ada jabatan lainnya di kancah nasional. Dengan begitu, orang Sunda bisa memberikan warna kehidupan yang lebih baik di masyarakat,” ujarnya.

Ma’ruf Amin menilai, ulama tidak perlu merebut kekuasaan. Jika  merebut kekuasan, buntutnya akan menimbulkan konflik.  Hal yang diperlukan dari ulama adalah memberikan “warna” Allah dalam keberlangsungan roda pemerintahan serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tidak ada yang lebih baik, kecuali warna Allah SWT. Saya diajak dan dipersilahkan menjadi cawapres oleh Pak Jokowi. Karena dipersilakan, sehingga enak dan tidak membuat gaduh. Saya tidak tahu, sistem dari mana melakukan perebutan kekuasaan seperti itu dan itu bukan budaya Sunda,” katanya.

Disinggung terkait tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga Uno yang mempersoalkan posisi dan jabatannya di Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah,  Ma’ruf Amin mengatakan, masalah itu akan dijelaskan oleh TKN (Tim Kampanye Nasional). “Itu nanti TKN yang menjelaskan. Yang jelas, saya bukan pegawai BUMN.  Saya hanya pengawas syariah,” ujarnya.***

Bagikan: