Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sebagian berawan, 19.6 ° C

Kekeringan Landa Cineam, Rentan Picu Konflik Antarwarga

Bambang Arifianto
JERIKEN dan ember penampung bantuan air bersih berjajar di depan rumah warga di Kampung Neglasari, Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 12 Juni 2019. Distribusi bantuan air yang masih minim dan belum merata bagi warga yang kekeringan rentan memicu konflik antarwarga.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
JERIKEN dan ember penampung bantuan air bersih berjajar di depan rumah warga di Kampung Neglasari, Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 12 Juni 2019. Distribusi bantuan air yang masih minim dan belum merata bagi warga yang kekeringan rentan memicu konflik antarwarga.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Kekeringan mulai melanda wilayah Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Meskipun ada bantuan air bagi masyarakat, distribusinya masih minim dan tak merata. Akibatnya, konflik antarwarga karena rebutan air rentan terjadi.

Pantauan "PR", Rabu, 12 Juni 2019, kekeringan terjadi di sejumlah perkampungan di Desa Cijulang, Kecamatan Cineam. Beberapa kampung tersebut adalah Neglasari dan Ciriri.

Warga mengandalkan bantuan air dari Polsek Cineam serta beberapa mata air dan sumur yang mulai menyusut. Pemandangan jerigen, ember berbagai ukuran terlihat berjajar di depan rumah-rumah. Warga sengaja menaruhnya guna menampung bantuan distribusi air Polsek yang dibawa menggunakan mobil.‎

Kendati demikian, distribusi itu belum menjangkau seluruh warga yang membutuhkan pasokan air bersih. Warga juga mengeluhkan belum adanya bantuan air dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Eem (54), warga RT 22 RW 4 Neglasari menuturkan, kekeringan mula terasa sejak awal Ramadan.  Hujan memang minim turun di kawasan tersebut sehingga sumber air warga mengering.

Eem pun mesti mengambil air bersih dengan jeriken dari mata air Cimaung yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya. "Nanjak mudun (naik turun jalannya)," kata Eem di kediamannya.

Di sana, warga juga mesti mengantri dan bergantian mengambil air yang juga mulai mengering. Eem mengandalkan pula bantuan dari Polsek Cineam. "Kadang kebagian, kadang enggak," ucapnya mengeluhkan bantuan tersebut. Pasalnya, distribusi air tak langsung disalurkan ke setiap rumah warga yang dilewati mobil pengangkutnya.

Polsek menempatkan beberapa titik lokasi pengambilan air. Tak pelak, warga yang tinggal agak jauh dari titik pembagian kerap tak kebagian lantaran air telah habis terlebih dahulu. "Inginnya pembagian merata, semuanya kebagian," ucapnya.

Sementara bantuan dari Pemkab Tasikmalaya hingga kini tak juga mengalir. Sejak tinggal di Neglasari pada 2001, Eem mengaku belum pernah mendapat bantuan air dari Pemkab Tasikmalaya.

Padahal, krisis air karena kemarau rutin melanda kawasan tersebut setiap tahun. Ia meminta Pemkab membuat sumur bor agar warga tak selalu kesulitan mendapat air setiap tahun.

Persoalan kekeringan dan distribusi yang minim dan belum merata juga rawan menyulut konflik antarwarga. Warga kampung yang tak kebagian air mengeluhkan tidak meratanya pembagian air.

Hal tersebut dirasakan‎ Idrus (30), warga RT 34 RW 4 Neglasari. Warga Neglasari timur, tuturnya, tak kebagian pasokan air karena mobil pengangkut telah dicegat warga lain di selatan perkampungan. "Diparegat (dicegat-red) di kidul," ujarnya.

Akibatnya, Idrus belum sama sekali mendapat bantuan tersebut. Jeriken dan ember yang telah dipersiapkannya di depan rumah tampak tak terisi air. Ia berharap, distribusi air bisa dilakukan secara merata dan bergantian di masing-masing kampung.

"Ari kahoyong mah modelna bantosan teh merata, kahoyongmah modelna dijatah, dinten ayeuna ka bagian wetan, enjing ka kulon (Keinginan saya, bantuan diberikan merata. Inginnya sih dijatah, hari ini di wilayah timur, besok di barat-red)," kata Idrus.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga Idrus hanya bisa memanfaatkan jamban umum dengan air yang terbatas karena banyaknya warga mengantri menggunakannya. 

Tak hanya kesulitan air bersih, sawah Idrus juga sudah mengering. Ia pun pasrah dengan kondisi tersebut.***

Bagikan: