Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

Kebakaran Melanda di Kawasan Padat Penduduk Kampung Sayuran

Tim Pikiran Rakyat
DENGAN dibantu warga, petugas Damkar berupaya memadamkan kobaran api di kawasan Kampung Sayuran, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Selasa 11 Juni 2019.*/AE[ HENDY/KABAR PRIANGAN
DENGAN dibantu warga, petugas Damkar berupaya memadamkan kobaran api di kawasan Kampung Sayuran, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Selasa 11 Juni 2019.*/AE[ HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Kebakaran hebat yang melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Kampung Sayuran, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Selasa 11 Juni 2019 mengagetkan dan membuat panik warga sekitar. Enam rumah warga hangus dalam peristiwa  tersebut.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Garut Kota, Ipda Amirudin Latif, berdasarkan hasil penyelidikan petugas serta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, api pertama kali muncul dari rumah salah seorang warga yang kesehariannya berjualan seblak. Dengan cepat api terus membesar hingga akhirnya merembet ke lima rumah lainnya yang jaraknya memang sangat berdekatan.

"Semuanya ada enam rumah yang terbakar dalam peristiwa kebakaran di Kampung Sayuran, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota tersebut. Api pertama kali diketahui muncul dari rumah warga penjual seblak," ujar Amir.

Dikatakannya, peristiwa itu telah membuat panik warga sekitar apalagi rumah yang terbakar berada di kawasan pemukiman yang padat. Wargapun telah berupaya memadamkan kobaran api akan tetapi api dengan cepat membesar dan terus merembet. 

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran pun tutur Amir, mengalami kesulitan untuk memadamkan api. Hal ini dikarenakan untuk dapat sampai ke lokasi rumah yang terbakar terlebih dahulu harus melewati gang sempit dan padat dengan pemukiman.

Namun kata Amir, berkat kerja keras petugas yang dibantu aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat, sekitar satu jam kemudian api berhasil dipadamkan. Dinas Pemadam Kebakaran saat itu menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

"Berdasarkan keterangan para saksi, api pertama kali muncul dari rumah ibu Ai, 40 tahun. Hasil pemeriksaan, percikan api terjadi akibat arus pendek listrik di rumah tersebut," katanya.

Material mudah terbakar

Menurut Amir, api cepat membesar karena di rumah tersebut banyak material yang mudah terbakar. Hal ini diperparah dengan padatnya kawasan tersebut dengan pemukiman sehingga banyak rumah yang berdempetan dan menyebabkan api dengan cepat menyebar dan merembet ke rumah lainnya.

Selain enam rumah yang ludes dalam peristiwa kebakaran itu, Amir juga menyebutkan ada empat rumah lainnya yang terdampak. Ada beberapa bagian dari empat rumah tersebut yang juga mengalami kerusakan.  

Amir menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah karena selain rumah, tak sedikit pula barang-barang atau perabotan rumahyang ikut terbakar.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Satriabudi menyebutkan begitu menerima laporan ada peristiwa kebakaran, pihaknya langsung mengirimkan petugas dan tiga unit mobil damkar ke lokasi yang kebetulan jaraknya tak terlalu jauh dari kantor Dinas Pemadam Kebakaran. 

"Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk bisa memadamkan kobaran api yang sudah cukup besar saat petugas tiba di lokasi. Lokasinya berada di tengah pemukiman penduduk yang padat sehingga cukup menyulitkan petugas," ucap Budi kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Budi juga mengungkapkan, selain di wilayah Garut Kota, pada hari yang sama kebakaran juga terjadi di wilayah Kecamatan Leuwigoong. Satu unit rumah semi permanen yang berlokasi di Kampung Kaum Luwuk, Desa Leuwigoong ludes terbakar.

"Kejadiannya sekitar pukul 02.30 dinihari. Penyebabnya juga diduga akibat arus pendek listrik karena api pertama kali terlihat ada di bagian atap," katanya.***
 

Bagikan: