Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Ekonomi Keluarga Membaik, Dedah Lulus dan Meninggalkan Status Keluarga Sangat Miskin

Nurhandoko
NY Dedah (42) warga Depok, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, menunjukkan stiker ketika statusnya masih sebagai keluarga sangat miskin, Selasa, 11 Juni 2019. Pada hari itu, ia mengundurkan diri secara sukarela dari program bantuan pemerintah tersebut karena perekonomian keluarganya mulai meningkat. Dedah berharap bantuan diserahkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
NY Dedah (42) warga Depok, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, menunjukkan stiker ketika statusnya masih sebagai keluarga sangat miskin, Selasa, 11 Juni 2019. Pada hari itu, ia mengundurkan diri secara sukarela dari program bantuan pemerintah tersebut karena perekonomian keluarganya mulai meningkat. Dedah berharap bantuan diserahkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

IBARAT roda berputar, hidup tidak selamanya di bawah atau terpuruk, akan tetapi juga berangsur meningkat. Ketika itu terjadi, kesempatan untuk melepaskan diri dari status miskin dengan jaminan subsidi dari pemerintah pun datang.

Seperti Dedah (42) yang merasakan kondisi ekonomi keluarganya yang semakin meningkat, sehingga sukarela memutuskan mengundurkan diri sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Ciamis. Artinya, ia tidak lagi menerima berbagai subsidi dari pemerintah.

Selama delapan tahun, Dedah yang merupakan warga RT 2/RW 5 Dusun Depok, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, kabupaten Ciamis, tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Keluarganya pun berstatus sebagai Keluarga Sangat Miskin (KSM).

Ketika ditemui di rumahnya yang tampak sederhana di sisi kebun, Selasa, 11 Juni 2019, ia tengah menerima kunjungan pendamping PKH setempat Sri Mulyawati dan Koordinator PKH Kabuaten Ciamis, Ucu Indra Maulana.  Dia mengatakan, bantuan yang diterimanya selama ini khusus untuk pendidikan.

“Awalnya kami kesulitan untuk biaya pendidikan anak yang masih di SMK, sekarang alhamdulillah sudah lulus. Kami optimis dapat membiayai anak yang saat ini masih di kelas V. Kami tidak menyesal mengundurkan diri sebagai peserta PKH, karena masih banyak keluarga lain yang membutuhkan bantuan,” tutur Dedah.

NY Dedah (42) warga Depok, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis menerima kunjungan pendamping Program Keluarga Harapan , Selasa, 11 Juni 2019. Setelah perekonomian keluarganya mulai meningkat, Dedah yang sudah tujuh tahun menjadi anggota PKH menyatakan mengundurkan diri secara sukarela dari program bantuan pemerintah tersebut.  Ia berharap bantuan diserahkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

Akan tetapi, dalam status sebagai peserta PKH, ia tetap memiliki semangat tinggi untuk mengubah kondisi itu. Dengan dorongan semangat tinggi dari tenaga pendamping PKH, Dedah beserta keluarganya saat ini sudah mampu hidup mandiri.

Seiring perjalanan waktu, Dedah mulai menerapkan saran yang disampaikan oleh pendamping PKH untuk meningkatkan ekonomi keluarganya, melalui modul ekonomi. Mulai dari mengelola bank sampah hingga pekerjaan lain. Selain itu suaminya, Karmad, yang berprofesi pekerja bangunan juga lebih giat bekerja.

“Dari nurani yang paling dalam, saya bersama suami dengan sukarela, ikhlas, tanpa ada paksaan dari pihak lain, (untuk) mundur dari PKH. Kami dapat merasakan keluarga lain yang kondisinya memang masih sangat membutuhkan bantuan,” ungkap Dedah yang saat ini menambah penghasilan dengan membantu mengasuh anak tetangganya.

Pembinaan terus diintensifkan meski tidak berstatus PKH

Pendamping PKH Desa Sukajadi, Mulyawati, mengaku sempat kaget begitu mendengar langsung keinginan Dedah mundur dari PKH. Sebab, menutrut penilaiannya, secara fisik keluarga tersebeut masih membutuhkan bantuan.

“Saya sempat syok mendengar keinginan itu. Namun begitu mendengar alasannya, serta optimisme kesejehtaraan keluarganya semakin meningkat, kami dapat menerima. Ibu Dedah ‘kaya hati’, kami juga memberikan motivasi agar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” ungkapnya. 

NY Dedah (42) warga Depok, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis menerima kunjungan pendamping Program Keluarga Harapan , Selasa, 11 Juni 2019. Setelah perekonomian keluarganya mulai meningkat, Dedah yang sudah tujuh tahun menjadi anggota PKH menyatakan mengundurkan diri secara sukarela dari program bantuan pemerintah tersebut.  Ia berharap bantuan diserahkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

Koordinator PKH Kabupaten Ciamis, Ucu Indra Maulana, mengatakan, selama periode sejak 2018 sampai Juni 2019, mereka telah “meluluskan” sebanyak 363 KPM. Para keluarga itu secara sukarela dan mandiri mundur dari PKH. Saat ini, jumlah PKH tercatat sebanyak 48.414 keluarga tersebar di 27 kecamatan.

“Ini juga menjadi kado bagi Pemkab Ciamis yang tanggal 12 Juni 2019 memeringati HUT ke-377 tahun. Kami punya target setiap pendamping mampu meluluskan 2 – 3 KPM, meski pun pemerintah pusat tidak memberikan target. Kami berupaya maksimal mengangkat derajat ekonomi keluarga dari tidak mampu menjadi mampu,” katanya.

Dia mengungkapkan, KPM PKH yang telah lulus memiliki usaha sendiri baik secara sendiri maupun berkelompok. Pembinaan juga terus diintesifkan pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang dilakukan terhadap 1.882 kelompok oleh  168 tenaga pendamping.

“Kami terus memberikan suport tenaga pendamping agar terus memberikan dorongan semangat kterhadap PKH agar semakin mandiri. Alhamdulillah berkat kerja keras bersama, capaian P2K2 Kabupaten Ciamis terbaik ke-2 se-Indonesia,” tuturnya.***

Bagikan: