Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 28.6 ° C

Antrean Pemohon SKCK Sejak Pagi hingga Sore Hari

Nuryaman

PEMOHON Surat Keterangan Catatan Kepolisian membeludak menunggu panggilan dari petugas loket pelayanan SKCK di markas Kepolisian Resor Kuningan, Selasa 11 Juni 2019.*/NURYAMAN/PR
PEMOHON Surat Keterangan Catatan Kepolisian membeludak menunggu panggilan dari petugas loket pelayanan SKCK di markas Kepolisian Resor Kuningan, Selasa 11 Juni 2019.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Tempat pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di markas Kepolisian Resor Kuningan dalam dua hari terakhir sejak pagi hingga sore terus menerus diwarnai antrean masyarakat. 

Kepala Satuan Intelkam Polres Kuningan Iwan Rasiwan menyebutkan, pemohon SKCK  ke Mapolres Kuningan pacalebaran Idulfitri dalam dua hari terakhir mengalami lonjakan  jauh melebihi jumlah pemohom pada hari-hari biasa.

Iwan Rasiwan menyebutkan, jumlah pemohon SKCK di Mapolres Kuningan pada hari pertama buka pelayanan pascalibur lebaran Idulfitri, Senin 10 Juni 2019 tercatat mencapai lebih kurang 300 orang, dan semuanya bisa terlayani dengan baik. “Untuk hari ini jumlah pemohon SKCK kemungkinan akan bertambah (maksudnya lebih banyak dari jumlah pembuat SKCK di hari Senin kemarin-red.),” ujarnya di sela kesibukan antrean ratusan pemohon SKCK di lingkungan Mapolres Kuningan, Selasa 11 Juni 2019. 

Antrean masyarakat seperti itu terpantau dalam dua hari terakhir juga terjadi di tempat pelayanan pembuatan kartu tanda bukti pendaftaran pencari kerja (dulu kartu kuning) di lingkungan kantor Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan. Pemohon pembuatan SKCK dan kartu tanda bukti pencari kerja di dua lembaga tersebut, didominasi kalangan usia remaja pencari kerja untuk melengkapi persyaratan melamar pekerjaan.

Sejumlah pemohon SKCK dan kartu bukti pencari kerja yang ditemui “PR” Online di dua tempat terpisah, ada yang memperpanjang dan membuat baru kedua dokumen tersebut. Di antara mereka juga ada yang mengaku baru lulus sekolah dan baru pertama kali akan melamar pekerjaan, serta di antaranya banyak juga yang  sudah menjalani kontrak kerja di perusahaan-perusahaan swasta dan kembali membuat dokumen itu untuk melamar kerja pindah kerja ke perusahaan lainya di daerah Jabodetabek dan di kota-kota besar lainnya di luar Kuningan.

“Selama dua tahun terakhir saya sendiri sudah bekerja sebagai tenaga kontrak di sebuah perusahaan swasta di Kota Tangerang, tetapi masa kontrak kerjanya sekarang sudah berakhir. Tujuan saya sekarang memperpanjang SKCK dan kartu pencari kerja ini untuk pelengkap peryaratan lamaran kerja ke perusaan swasta laindi Kota Tengerang,” tutur Lutfiansyah (22) warga Desa Cimahi, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan.

Selain kalangan pencari kerja yang sudah memiliki lowongan kerja sasaran untuk dilamarnya pada bulan ini, di antaranya banyak juga kalangan mahasiswa yang sudah menyelesaikan kuliahnya tinggal menunggu wisuda. “Kalau tidak ada halangan mungkin beberapa bulan lagi ke depan saya sudah bisa menyelesaikan skripsi dan bisa wisuda tahun ini. Makanya dari sekarang saya siapkan saja SKCK dan kartu kuning supaya jika begitu setelah wisuda ada lowongan kerja yang cocok bisa langsung melamar,” tutur Dea (20) warga Desa Citenjo, Kecamatan Cibingbin, Kuningan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Jakarta, yang baru selesai membuat kartu bukti pendaftaran pencari kerja di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan.***
 

Bagikan: