Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 21.9 ° C

Rabu Ini, Eka Dilantik Jadi Bupati Bekasi Definitif Menggantikan Neneng Hasanah Yasin

Tommi Andryandy
TERDAKWA kasus suap perizinan proyek Meikarta Neneng Hasanah Yasin menghadiri sidang dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Rabu, 29 Mei 2019. Majelis Hakim menjatuhkan vonis kepada Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dengan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider empat bulan kurungan serta memberi putusan empat pejabat Pemkab Bekasi dengan 4 tahun 6 bulan penjara subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima suap terkait perizinan proyek Meikarta.*/ANTARA
TERDAKWA kasus suap perizinan proyek Meikarta Neneng Hasanah Yasin menghadiri sidang dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Rabu, 29 Mei 2019. Majelis Hakim menjatuhkan vonis kepada Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin dengan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider empat bulan kurungan serta memberi putusan empat pejabat Pemkab Bekasi dengan 4 tahun 6 bulan penjara subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima suap terkait perizinan proyek Meikarta.*/ANTARA

CIKARANG, (PR).- Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja dijadwalkan akan dilantik menjadi bupati definitif pada Rabu, 12 Juni 2019, di Bandung. Eka bakal melanjutkan kepemimpinan bupati sebelumnya, Neneng Hasanah Yasin yang terbelit kasus suap Meikarta, untuk sisa masa jabatan 2017-2022.

Jadwal pelantikan Eka dikonfirmasi oleh Kepala Sub Bagian Pelayanan Media Humas Pemprov Jabar, Asep Yudi Mulyadi. Sesuai jadwal, Eka akan dilantik langsung oleh Gubernur Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No 22 Kota Bandung, sekitar pukul 9 pagi.

“Iya pelantikan akan dilakukan besok dan sampai saat ini masih on schedule. Pelantikan  langsung oleh Pak Gubernur di Aula Barat (Gedung Sate),” ucapnya, Selasa, 11 Juni 2019.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bekasi, Edward Sutarman mengatakan, proses pelantikan dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan selepas Neneng Hasanah Yasin mengundurkan diri sebagai Bupati Bekasi.

“Pak Eka akan menjalankan penuh pemerintahan sebagai Bupati, karena selama ini hanya menjadi pelaksana tugas. Tentu dengan dilantiknya Pak Eka, kami berharap kinerja pemerintah daerah bisa lebih baik. Jadi diharapkan tidak ada lagi kasus korupsi dikalngan aparatur sipil negara, seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ucapnya.

Seperti diketahui, sebelum ditunjuk sebagai pelaksana tugas bupati, Eka merupakan wakil bupati yang mendampingi Neneng. Mereka menjabat setelah sebelumnya terpilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi 2017.

Setelah dilantik sebagai bupati definitif, masih terdapat kekosongan pada posisi wakil bupati sepeninggalan Eka. Menanggapi hal tersebut, Edward mengatakan, posisi wakil bupati nantinya akan dibicarakan oleh masing-masing partai politik pengusung.

“Sementara saat ini baru jabatan bupati definitif yang dilantik untuk menjalankan roda pemerintahan sisa periode 2017-2022,” kata dia.

Sejumlah pekerjaan rumah menunggu Eka setelah dirinya dilantik sebagai bupati definitif. Setidaknya terdapat tiga persoalan pokok yang harus segera diselesaikan Eka, yakni rotasi pejabat yang dinilai mendesak, memaksimalkan serapan anggaran dan mengembalikan kepercayaan publik.

Penungkapan kasus suap Meikarta pada Oktober tahun lalu tidak hanya menyeret Neneng, melainkan tiga kepala dinas/setingkat yakni Jamaludin (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Dewi Tisnawati (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan Sahat Maju Banjarnahor (Kepala Satpol PP), serta Neneng Rahmi (Kepala Bidang Penataan Ruang pada Dinas PUPR). Akibatnya, empat posisi tersebut kosong.

Tidak hanya itu, kekosongan pun terjadi pada dua jabatan lainnya yaitu Kepala Dinas Pertanian serta Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah.***

Bagikan: