Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 31.2 ° C

Pendatang Tanpa Tujuan Jelas Akan Diusir

Hilmi Abdul Halim
PEMUDIK berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu, 8 Juni 2019 lalu.*/ANTARA
PEMUDIK berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu, 8 Juni 2019 lalu.*/ANTARA

PURWAKARTA, (PR).- Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu tujuan pendatang dari luar daerah seusai Lebaran. Pemerintah daerah setempat mengancam akan memulangkan pendatang yang tidak memiliki tujuan yang jelas.

Salah satu alasan mereka ialah mencari pekerjaan karena Purwakarna memiliki Upah Minimum Kabupaten yang cukup tinggi. "Selain UMK di nomor satunya, juga karena aman, kondusif, lingkungana bersih, masyarakatnya ramah," kata Sekretaris Daerah Iyus Permana, Selasa, 11 Juni 2019.

Nilai UMK Purwakarta 2019 tercatat sebanyak Rp3.722.299 atau diurutan ketujuh di Jawa Barat, melebihi UMK Kota Bandung di angka Rp3.339.580. Karena itu, Iyus mengakui jumlah pendatang baru meningkat dari tahun ke tahun. Namun, ia tidak merinci jumlahnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika memperkirakan serbuan pendatang baru terjadi seusai Lebaran tahun ini. Ia berpesan kepada para pendatang tidak asal berpindah ke daerahnya tapi juga mempersiapkan kemampuan untuk bekerja.

"Kalau bisa yang mau datang usahakan memiliki skill (keahlian). Kalau belum memiliki keahlian saya minta agar tunda dulu kedatangannya," ujar Anne. Ia beralasan, pendatang yang tidak memiliki kemampuan justru berdampak negatif.

Dampak tersebut bisa dirasakan pemerintah daerahnya seperti pada Laju Peningkatan Penduduk (LPP) yang semakin tak terkendali. Terkait hal itu, Anne berencana melakukan rapat pimpinan bersama para camat yang ada.

Anne juga mengatakan akan melakukan pengawasan lebih ketat, khususnya di kawasan industri. "Kita antisipasi saja, khususnya di wilayah ada tujuh zona industri. Kalau pendatang ini tujuannya kerja dan memang punya skill, ya kita welcome," katanya menegaskan.

Pengawasan yang dimaksud ialah dengan menggelar operasi yustisi. Anne menilai perlu melakukan hal itu untuk menyeleksi pendatang yang memiliki tujuan jelas untuk menetapkan di Purwakarta.

Bahkan, Anne mengancam akan memulangkan pendatang ke kampung halaman mereka masing-masing. "Yang paling sulit itu pendatang yang tercecer. Kalau yang ada keluarganya di sini mungkin pengawasannya mudah. Makanya ini yang kami antisipasi," ujarnya.***

Bagikan: