Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Kapasitas Tol Jakarta Cikampek Sudah Tidak Memadai Tampung Arus Mudik dan Arus Balik

Hilmi Abdul Halim
KENDARAAN pemudik terjebak macet di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Minggu, 9 Juni 2019. Pada puncak arus balik lebaran 2019, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik yang ingin kembali ke Jakarta.*/ANTARA FOTO
KENDARAAN pemudik terjebak macet di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, Minggu, 9 Juni 2019. Pada puncak arus balik lebaran 2019, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik yang ingin kembali ke Jakarta.*/ANTARA FOTO

PURWAKARTA, (PR).- Jasa Marga menyebut puncak arus balik yang terjadi pada Minggu, 9 Juni 2019 mencetak rekor jumlah kendaraan terbanyak sepanjang sejarah di jalan tol. Kemacetan terjadi bukan hanya karena itu, tapi juga disebabkan kurangnya sarana dan prasarana jalan tol.

Pengamat pembangunan Yayat Supriatna mengakui arus balik menuju Jakarta lebih banyak melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek. "Betul sekali (kalau kapasitas jalan tol Jakarta-Cikampek ditambah), tahun depan mungkin akan lebih lancar," katanya.

Pertumbuhan jumlah kendaraan diakui belum diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan tol tersebut. Namun, Yayat tidak menganjurkan pemerintah membuka jalur lain seperti melalui wilayah Tangerang karena alasan efisiensi jarak dan waktu yang lebih panjang dibandingkan via Cikampek.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan di jalur yang ada sekarang. "Tahun depan elevated tol yang di atas (tol Jakarta-Cikampek) sudah selesai jadi kepadatannya bisa lebih terurai," ujar Yayat.

Selain itu, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (Jakarta Outer Ring Road/JORR) juga ditargetkan selesai pembangunannya dalam waktu bersamaan. Fasilitas tersebut dinilai memberikan pilihan jalan lebih banyak bagi para pemudik.

Sementara itu, Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan sepanjang puncak arus balik Lebaran 2019 mencapai 166.574 unit. "Jumlah ini meningkat hampir tiga kali lipat dari volume lalu lintas harian rata-rata normal sebanyak 67.345 kendaraan," kata Kepala Komunikasi Jasa Marga Irra Susiyanti.

Jumlah tersebut juga melampaui catatan yang sama tahun lalu, sebanyak 130.125 unit dalam sehari. Irra menuturkan, arus balik kali ini masih didominasi kendaraan dari arah timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama dan Kalihurip Utama.

Ia merinci, kendaraan dari arah Cirebon dan Jawa Tengah yang melalui GT Cikatama mencapai 109.296 unit. Angka tersebut diakui meningkat hingga 309 persen dari lalu lintas harian rata-rata normal sebanyak 26.705 unit. Sedangkan GT Kalitama dilalui 57.278 kendaraan dari arah Bandung atau naik 41 persen dari kondisi normal di angka 40.640 unit.

Dalam keterangan persnya, Irra menyebut lebih dari 720 ribu kendaraan kembali ke Jakarta selama arus balik tiga hari setelah Lebaran 2019. Artinya, sekitar 59 persen kendaraan pemudik telah kembali ke Jakarta.

Total kendaraan yang meninggalkan Jakarta selama arus mudik kali ini mencapai 1,21 juta kendaraan. Sekitar 41 persen (497 ribu kendaraan) sisanya diperkirakan akan kembali ke Jakarta hingga Rabu, 12 Juni 2019.

Lebih lanjut, Irra menjelaskan distribusi lalu lintas arus balik dari tiga arah. Antara lain sebesar 62 persen dari arah Timur, 22 persen dari arah Barat dan 16 persen dari arah Selatan. Dari arah Timur mencapai 444.324 kendaraan, naik sebesar 131,05 persen dari LHR normal 192.305 kendaraan.

Jumlah tersebut memenuhi 64 persen dari total kendaraan pemudik yang menuju arah Timur sebesar 691.569 kendaraan selama arus mudik Lebaran 2019. "Sehingga, terdapat sekitar 247.245 kendaraan yang masih belum melakukan perjalanan pulang dari arah Timur ke Jakarta," kata Irra.***

Bagikan: