Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 21.9 ° C

Jelang 377 Tahun Kabupaten Ciamis, Saatnya Ziarahi Makam Bupati-bupati Masa Lampau

Nurhandoko
BUPATI Ciamis  Herdiat Sunarya bersama rombongan Forum Kooordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda) melakukan ziarah ke makam bupati Ciamis di Ciwahangan, Imbanagara, Senin 10 Juni 2019.  Kunjungan dari makam ke makam bupati Ciamis masa lalu merupakan salah satu agenda menjelang HUT ke-377 Kabupaten Ciamis, yang jatuh pada 12 Juni 2019.* NURHANDOKO WIYOSO/PR
BUPATI Ciamis Herdiat Sunarya bersama rombongan Forum Kooordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda) melakukan ziarah ke makam bupati Ciamis di Ciwahangan, Imbanagara, Senin 10 Juni 2019. Kunjungan dari makam ke makam bupati Ciamis masa lalu merupakan salah satu agenda menjelang HUT ke-377 Kabupaten Ciamis, yang jatuh pada 12 Juni 2019.* NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Menjelang hari jadi Kabupaten Ciamis yang jatuh setiap tanggal 12 Juni, Bupati Ciamis berikut jajaran Foruum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat dan lainnya melakukan ziarah ke makam bupati-bupati Ciamis masa lampau. Kegiatan napak tilas digelar pada hari Senin, 10 Juni 2019. Kunjungan ke makam bupati Ciamis masa lalu ini sudah berlangsung secara turun temurun. 

Makam yang pertama kali dikunjungi adalah makam Raden Adipati Aria Pandji Jayanegara (1636-1678) di kompleks makam leluhur Ciwahangan. Setelah mendengarkan sejarah singkat perjuangannya, baik yang dituturkan dengan bahasa Indonesia maupun sunda, dilanjutkan tabur bunga dan doa.

Usai dari tempat tersebut, rombongan menuju makam Raden Tumenggung Wiradi Koesoemah (Bupati Galuh 1814-1819) di wilayah Cigadung. Selanjutnya ke makam  Bupati Ciamis ke-16 Raden Adipati Aria Kusumadiningrat (1839-1886) di Jambansari, Kecamatan Ciamis.

Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, yang dikenal dengan sebutan Kanjeng Prebu terkenal cakap serta pintar berbahasa Belanda maupun Prancis. Dia juga berhasil membelokkan pembangunan rel kereta api ke Ciamis, serta menghidupkan kegiatan tanam pohon kelapa. Selain itu dia pun yang menginisiasi pembangunan Masjid Agung Ciamis, Pendopo Ciamis saat ini, dan lainnya.

Safari ziarah diteruskan menuju makam Raden Adipati Kusumah Subrata (Bupati Galuh ke-17, 1886-1915) di makam leluhur Sukasirna. Kunjungan terakhir yakni ke Astana Gede Kawali. Di kawasan situs sejarah tersebut ditemukan bekas Kerajaan Galuh, serta ada dua peradapan yakni Hindu dan Islam. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan tersebut dikemas secara sederhana, namun khidmat.

“Tidak sekadar mendoakan, tetapi juga sekaligus mengenang jasa dalam membangun Kabupaten Ciamis. Mereka telah mengharumkan Kabupaten Ciamis. Beberapa karya mereka sampai saat ini juga masih kokoh, misalya jembatan kereta api Cirahong. Banyak teladan yang dapat dipetik oleh generasi sekarang,” kata Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di kompleks makam leluhur Ciwahangan.

Lebih lanjut Herdiat yang didampingi Wakil Bupati Yana D Putra berharap ke depannya masyarakat tatar Galuh Ciamis dapat lebih maju dan sejahtera. Hal tersbeut tentunya dapat diraih apabila semua elemen masyarakat bersama pemerintah bahu-membahu membangun Ciamis.

“Hari jadi merupakan momentum untuk instrospeksi diri untuk ke depan yang lebih baik. Kami tentunya berharap masyarakat Ciamis dapat lebih maju dan sejahtera,” tuturnya.

Penetapan hari jadi Kabupaten Ciamis dituangkan dalam SK DPRD Kabupaten Ciamis, 17 Mei 1972 nomor 22/v/kpts/DPRD/1972. Keputusan tersebut berdasar hasil kajian panitia penyusunan sejarah Galuh, bersama dengan tim ahli sejarah dari IKIP bandung.***

Bagikan: