Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Empat Terduga Teroris di Bekasi Ditangkap Densus 88 Antiteror

Yusuf Wijanarko
Penangkapan/DOK. PR
Penangkapan/DOK. PR

BEKASI, (PR).- Penyidik Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap 4 terduga teroris di Bekasi. Penangkapan tersebut dikonfirmasi Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra.

"Informasi penangkapan tersebut benar dilakukan Densus 88," kata Asep di Jakarta, Selasa 11 Juni 2019 seperti dilaporkan Antara.

Awalnya, Densus 88 menangkap terduga teroris bernama Harin alias Abu Zahra di Jalan Lampiri Raya, Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi pada Senin 10 Juni 2019 malam.

Pada Selasa dini hari, Densus 88 menangkap 3 rekan Harin yakni Ahmad Adhi Sudiro, Ikhsan, dan Khairul Amin alias Amin di rumah kontrakan nomor 43B RT 1, RW 2, Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi.

Asep mengatakan, saat ini Densus 88 tengah menginterogasi keempatnya untuk mengetahui kegiatan dan keterlibatan mereka dalam jaringan terorisme. "Saat ini masih dilakukan pendalaman terkait eksistensi dan jaringan mereka," katanya.

Penangkapan di Palangka Raya

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo membenarkan anggota Densus 88 Satuan Wilayah Polda Kalimantan Tengah melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris di dua kamar barak di Jalan Pinus Permai III, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Senin 10 Juni 2019 sore.

Mantan Wakapolda Kalteng itu tidak terlalu memberikan data panjang lebar mengenai tangkapan sejumlah terduga teroris yang berada di Palangka Raya mengingat penangkapan tersebut juga masih terus dikembangkan.

Tidak hanya itu, ia juga belum bisa menjabarkan apa saja yang sudah berhasil diamankan dari kamar barak milik kedua keluarga terduga teroris.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan Lurah Panarung Faisal yang menjadi saksi penggeledahan, dia melihat petugas dari dalam kamar barak mengamankan buku tentang filsafat atau mengenai ajaran-ajaran agama.

Selain buku, aparat juga memgamankan sejumlah kain hitam di dalam rumah dan kepolisian membungkusnya dengan plastik hitam yang kemudian dibawa petugas ke dalam mobil Gegana Polda Kalteng.***

Bagikan: