Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

Tiga Syarat ASN Pemdaprov Jawa Barat sebagai Pelayan Masyarakat

Advertorial
GUBERNUR Jawa Barat saat memimpin apel pagi dilanjutkan silaturahim dengan ASN Pemdaprov Jabar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 10 Juni 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
GUBERNUR Jawa Barat saat memimpin apel pagi dilanjutkan silaturahim dengan ASN Pemdaprov Jabar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 10 Juni 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

 

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan tiga syarat yang mesti dipenuhi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat manakala memimpin apel perdana setelah libur lebaran di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 10 Juni 2019.

Syarat pertama yang diungkapkan Emil –demikian Ridwan Kamil disapa—adalah integritas. Dia tak memungkiri bahwa banyak ‘godaan’ yang kerap menghampiri ASN saat menjalankan tugasnya. Maka itu, integritas menjadi syarat utama.

“Integritas jangan sampai jebol. Yang ngurus-ngurus duit hati-hati banyak godaan. Yang ngurus-ngurus proyek banyak godaan. Saya tahu itu,” ucapnya.

Syarat selanjutnya adalah melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Keberhasilan ASN, kata Emil, dapat diukur dari seberapa banyak ucapan terimakasih dan doa terbaik yang dilontarkan masyarakat setelah mendapatkan pelayanan. 

Sedangkan, syarat terakhir adalah menjunjung tinggi profesionalisme. Demi memenuhi syarat tersebut, Emil meminta ASN untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang birokrasi. 

“Poin saya adalah belajar terus supaya relevan. Jangan jadi ASN dan PNS yang tidak relevan, ketinggalan zaman, sehingga kariernya mandek karena tidak bertambah ilmunya. Jadi, tiga syarat tadi, setelah Ramadan, saya titip jangan turun lagi,” katanya. 

Selain itu, Emil menyatakan bahwa akan ada rotasi dan mutasi di struktural Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat. Tujuan dari rotasi dan mutasi itu, kata Emil, supaya visi misi Jabar Juara Lahir Batin dapat direalisasikan dengan cepat. 

“Saya sampaikan dalam waktu dekat akan ada rotasi dan mutasi untuk eselon III dan IV. Insyaalllah se-objektif mungkin. Karena Jabar Juara Lahir Batin ini butuh onderdil-onderdil mesin yang pas,” katanya. 

“Jawa Barat maju, tapi di mata saya masih 50 kilometer per jam. Menjadi ngabret 100 kilometer per jam. Kalau ‘diabret’, si penumpang ‘rada’ goyang. Saya harus cek mesinnya. Supaya apa? Supaya tadinya mencapai tujuan ke Jakarta enam jam, jadi empat jam,” lanjutnya. 

Emil pun meminta seluruh ASN Pemdaprov Jawa Barat untuk membarui semangat demi mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin. Pada saat bersamaan, dia mengatakan bahwa Pemdaprov Jawa Barat sedang membahas soal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). 

“Itulah Jabar Juara teh. Pada saat kita membangun kepercayaan, nih, semangat harus baru. Tahun depan ‘the’ tinggal nungguan Jabar juara ini itu. Penghargaan ini itu. Termasuk menaikan TPP, Insyaallah mau dinaikan,” tutupnya.***

Bagikan: